Amankan Stok Nasional, Thailand Resmi Hentikan Ekspor Minyak di Tengah Krisis Timur Tengah

0
Koh Phangan
Ilustrasi Bendera Thailand. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, BANGKOK – Di tengah bayang-bayang ketegangan yang menyelimuti Selat Hormuz, Pemerintah Thailand mengambil langkah drastis untuk membentengi ketahanan energi dalam negerinya. Mulai Sabtu (14/3/2026), Negeri Gajah Putih resmi menangguhkan seluruh ekspor minyak mentah dan produk minyak bumi guna menjamin ketersediaan bahan bakar bagi rakyatnya.

Keputusan ini diambil menyusul lumpuhnya lalu lintas kapal tanker di salah satu jalur maritim paling vital di dunia tersebut. Menteri Energi Thailand, Auttapol Rerkpiboon, menegaskan bahwa langkah antisipatif ini mutlak diperlukan untuk melindungi cadangan nasional dari guncangan eksternal.

Siaga Darurat Energi

Tak sekadar menghentikan ekspor, Auttapol juga menginstruksikan pengaktifan Pusat Pemantauan Situasi Darurat Energi. Pusat komando ini bertugas memelototi dinamika pasar global setiap jam, menilai fluktuasi harga, dan menyusun rencana darurat jangka pendek maupun panjang.

Baca Juga :  Triangle Pancake: Resep Sederhana untuk Menyajikan Hidangan Spesial

Pemerintah bahkan memberi sinyal hijau untuk mengucurkan dana talangan demi meredam lonjakan harga yang berpotensi melambungkan biaya hidup masyarakat.

Menghitung Napas Cadangan

Berdasarkan data Kementerian Energi Thailand, posisi stok energi negara saat ini berada pada level yang terjaga, namun tetap memerlukan kewaspadaan tinggi.

  • Cadangan Domestik: 4,877 juta liter (Cukup untuk 38 hari konsumsi).
  • Stok Transit: 2,783 juta liter (Cukup untuk 22 hari tambahan).
  • Total Ketahanan: Gabungan volume ini diklaim mampu memenuhi kebutuhan domestik selama kurang lebih 60 hari.
Baca Juga :  Doa dan Niat Membaca Surat Yasin di Malam Nisfu Syaban untuk Keselamatan Dunia dan Akhirat

Dari total stok transit tersebut, dilaporkan sebanyak 1,666 juta liter telah berhasil melewati Selat Hormuz sebelum krisis memuncak, sementara sisanya masih dalam pengiriman dari sumber alternatif.

“Tingkat stok saat ini memenuhi ketentuan regulasi, dan gejolak di Timur Tengah belum memengaruhi harga atau pasokan lokal,” lapor Kementerian Energi Thailand dalam pernyataan resminya.

Optimalisasi Sumber Domestik

Sebagai langkah “rencana cadangan”, Departemen Bahan Bakar Mineral kini diperintahkan untuk menggenjot produksi gas alam di Teluk Thailand. Jadwal pemeliharaan rutin fasilitas gas bahkan ditunda demi memastikan aliran energi tidak terputus.

Baca Juga :  Tom Yum Goong Autentik: Resep Lengkap dengan Bumbu Pedas dan Asam Natural

Di sisi lain, pembangkit listrik tenaga batu bara dan tenaga air telah diperintahkan beroperasi pada kapasitas maksimal. Langkah ini menjadi krusial mengingat ketergantungan Thailand terhadap minyak Timur Tengah terus meningkat.

Data S&P Global Commodities at Sea mencatat bahwa hingga awal Maret 2026, Timur Tengah menyumbang lebih dari 51% total impor minyak mentah Thailand sebuah angka yang menjadikan keamanan Selat Hormuz sebagai urusan hidup dan mati bagi ekonomi Bangkok.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com