NARASITODAY.COM, ABU DHABI – Di balik gemerlap gedung pencakar langit dan hiruk-pikuk aktivitas komersial Uni Emirat Arab (UEA), sebuah operasi senyap baru saja mengakhiri penyamaran berbahaya. Otoritas keamanan UEA mengumumkan keberhasilan mereka membongkar sebuah “jaringan teroris” yang diduga kuat didanai dan dikendalikan oleh Hizbullah Lebanon serta pendukung utamanya, Iran.
Operasi penangkapan para anggota jaringan ini menjadi sinyal tegas dari Abu Dhabi bahwa mereka tidak akan memberi ruang bagi infiltrasi asing yang mengancam kedaulatan nasional.
Menurut laporan kantor berita negara pada Jumat (20/03), jaringan ini beroperasi dengan sangat rapi di bawah kedok komersial fiktif. Perusahaan-perusahaan palsu ini digunakan sebagai alat untuk memuluskan aksi kriminal berskala besar.
“Jaringan tersebut terlibat dalam pencucian uang, pembiayaan terorisme, dan mengancam keamanan nasional, serta berupaya merusak stabilitas keuangan,” tulis pernyataan resmi otoritas setempat.
Langkah ini dilakukan di tengah ketegangan regional yang memanas sejak pecahnya konflik besar di Timur Tengah pada akhir Februari lalu. Pejabat UEA mengungkapkan bahwa negara tersebut telah menjadi sasaran ratusan serangan rudal dan drone yang diarahkan ke fasilitas minyak, pelabuhan, hingga wilayah dekat pusat kota.
Respons Tegas Lebanon
Meskipun tuduhan mengarah pada kelompok yang berbasis di tanah airnya, Kementerian Luar Negeri Lebanon tidak tinggal diam. Beirut memberikan dukungan penuh kepada UEA untuk menindak tegas aktor di balik rencana tersebut.
Dalam sebuah unggahan di platform X, kementerian mengutuk keras rencana teroris tersebut dan mengecam keterlibatan Hizbullah. Mereka juga menawarkan kerjasama penuh untuk memastikan para pelaku dimintai pertanggungjawaban.
“Kami mengulangi keputusan pemerintah Lebanon yang dikeluarkan awal bulan ini yang melarang aktivitas militer dan keamanan Hizbullah,” tegas kementerian tersebut dalam unggahannya.
Hingga saat ini, pihak Hizbullah maupun pemerintah Iran belum memberikan komentar resmi terkait pembongkaran jaringan di UEA ini. Namun, Hizbullah sebelumnya sempat membantah tuduhan serupa di Kuwait dengan menyebutnya sebagai klaim “tidak berdasar.”
Gejolak di Teluk
Penangkapan di UEA ini bak kepingan puzzle yang melengkapi ketegangan di kawasan Teluk. Hanya berselang beberapa hari sebelumnya, Kuwait juga mengumumkan penemuan kelompok serupa yang menyimpan senjata, amunisi, hingga drone untuk merusak keamanan nasional.
Situasi kian kompleks sejak keterlibatan terbuka Hizbullah dalam konflik bersenjata pada 2 Maret lalu. Bagi UEA, yang secara historis menentang kelompok Islamis politik, pembongkaran jaringan ini bukan sekadar penegakan hukum, melainkan upaya menjaga “nadi” ekonomi mereka dari sabotase finansial dan fisik.***
Editor : Alysa
Sumber : Berbagai Sumber














