NARASITODAY.COM,JAKARTA – Bagi Syakir Daulay, gema takbir tahun ini terdengar jauh lebih merdu dan mendalam. Di balik senyum cerianya yang biasa menghiasi layar kaca, aktor sekaligus penyanyi ini baru saja melewati ujian mental yang hebat. Hari Raya Idul Fitri 2026 bukan sekadar perayaan kemenangan usai berpuasa, melainkan perayaan atas kembalinya sang ayah dari ambang masa kritis.
Suasana syahdu Ramadan kemarin sempat berubah menjadi ketegangan medis yang mencekam saat sang ayah, Hasan Daulay, tiba-tiba kehilangan kesadaran dan harus dilarikan ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Ketegangan di Ruang IGD
Syakir mengaku sangat terkejut saat mendapati kondisi kesehatan ayahnya menurun drastis secara tiba-tiba. Pengalaman menunggu di depan ruang IGD menjadi fase emosional yang tak terlupakan bagi pria asal Aceh ini.
“Untuk Ayah tuh kemarin, Ramadan ini tuh kemarin aku sempat syok banget ya karena Ayah sempat nggak sadarkan diri,” ungkap Syakir Daulay saat ditemui di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (21/3/2026).
Ketegaran keluarga Daulay diuji selama satu hari penuh. Beruntung, kakak-kakak Syakir bertindak sigap dalam memastikan penanganan medis berjalan maksimal. Penantian panjang itu akhirnya berbuah manis saat sang ayah menunjukkan tanda-tanda sadar sepenuhnya setelah 24 jam di bawah pengawasan ketat tim dokter.
“Baru ngerasain tuh di situ di IGD nungguin orang tua sadar gitu kan. Untung juga abang-abang, kakak-kakak pada sigap. Sehari tuh 24 jam baru kemudian sadar Ayah,” kenang Syakir dengan nada haru.
Mukjizat di Hari Kemenangan
Kesembuhan Hasan Daulay yang bertepatan dengan momen Lebaran dianggap Syakir sebagai mukjizat luar biasa. Kehadiran sang ayah yang kembali bugar di tengah keluarga besar menjadikan suasana Idul Fitri kali ini penuh dengan sukacita yang berlipat ganda.
Rasa lega terpancar jelas dari wajah Syakir saat melihat sang ayah kini sudah bisa kembali beraktivitas dan berkumpul bersama anak-anaknya.
“Alhamdulillah ya Allah, Alhamdulillah gitu Lebaran kali ini Ayah bisa sehat lagi dan bisa kembali,” ucapnya penuh syukur.
Misi Kemanusiaan di Kampung Halaman
Sebagai bagian dari pemulihan suasana hati sang ayah, Syakir telah merencanakan agenda khusus untuk memboyong keluarganya pulang ke kampung halaman di Aceh. Namun, mudik kali ini bukan sekadar ajang silaturahmi biasa.
Syakir mengungkapkan keinginannya untuk menengok sanak saudara yang sempat terdampak musibah banjir di tanah kelahirannya tersebut.
“Rencana insyallah, mau mudik juga ke Aceh sambil nengokin saudara-saudara yang kemarin juga terdampak lah di bencana banjir,” pungkas Syakir.***
Editor : Alysa
Sumber : detik.com














