
NARASITODAY.COM, CANTERBURY – Antrean panjang mengular di pelataran Universitas Kent sejak Sabtu (21/3/2026) pagi. Bukan untuk tiket konser atau pertandingan olahraga, ratusan mahasiswa ini berdiri dalam kecemasan demi mendapatkan dosis vaksin meningitis B.
Inggris kini tengah berada dalam kewaspadaan tinggi setelah angka penderita infeksi mematikan ini merangkak naik dari 29 menjadi 34 kasus, dengan 23 di antaranya telah terkonfirmasi secara medis.
Titik Nol di Lantai Dansa
Penyelidikan mendalam dari otoritas kesehatan mengarah pada satu lokasi: Club Chemistry, sebuah kelab malam tiga lantai yang populer di kalangan anak muda. Tempat ini diyakini sebagai “titik nol” penyebaran infeksi pada periode 5 hingga 7 Maret lalu.
Tragedi ini telah memakan korban jiwa. Dua orang, yakni seorang mahasiswa dan seorang siswi, dilaporkan meninggal dunia akibat serangan bakteri ini, sementara beberapa pemuda lainnya masih berjuang untuk pulih di ruang perawatan rumah sakit.
Meningitis bukan lawan yang remeh. Infeksi ini menyerang selaput pelindung otak dan sumsum tulang belakang, yang jika tidak segera ditangani, dapat memicu sepsis atau kegagalan organ yang fatal.
Mobilisasi Medis Besar-besaran
Menanggapi situasi yang kian genting, UK Health Security Agency (UKHSA) bergerak cepat. Hingga saat ini, lebih dari 5.700 dosis vaksin telah disuntikkan dan sekitar 11 ribu paket antibiotik didistribusikan sebagai langkah pencegahan masif di area terdampak.
Sebagian besar kasus yang teridentifikasi merupakan penyakit meningococcal tipe B (MenB), sebuah varian bakteri yang dikenal sangat agresif.
Ketakutan terbesar saat ini adalah potensi penyebaran ke wilayah lain di Inggris, bahkan ke luar negeri. Mengingat mobilitas mahasiswa yang tinggi, risiko membawa bakteri tersebut ke rumah masing-masing menjadi ancaman nyata.
Anjan Ghosh, Dewan Direktur Kesehatan Publik Kent, memberikan peringatan keras pada Jumat lalu mengenai kemungkinan munculnya klaster-klaster kecil di area pemukiman di luar Kent.
“Klaster kecil dan sporadis di rumah tangga dapat muncul di bagian lain Inggris. Mahasiswa yang sudah pulang dapat ‘menginkubasi’ virus tersebut,” ujar Anjan Ghosh.
Kekhawatiran Ghosh terbukti melintasi perbatasan negara. Kementerian Kesehatan Prancis pada Rabu (18/3/2026) mengonfirmasi satu kasus terkait wabah Kent. Seorang individu yang pernah menempuh studi di universitas tersebut kini tengah dirawat di sebuah rumah sakit di Prancis dalam kondisi stabil.
Kini, otoritas kesehatan mendesak siapapun yang mengunjungi Club Chemistry pada awal Maret untuk segera melapor dan mendapatkan pengobatan profilaksis sebelum gejala muncul.***
Editor : Alysa
Sumber : cnnindonesia.com













