NARASITODAY.COM, JAKARTA – Aroma baru mulai tercium di pemusatan latihan Tim Nasional Indonesia jelang gelaran FIFA Series 2026. Di tengah keriuhan suporter yang menanti aksi Garuda di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), salah satu pilar pertahanan, Jay Idzes, mengungkapkan antusiasme besarnya untuk segera merumput di bawah arahan arsitek anyar, John Herdman.
Skuad Garuda telah mulai berkumpul di Jakarta sejak Minggu (22/3). Meski beberapa pemain diaspora masih dalam perjalanan karena komitmen jadwal di klub masing-masing, semangat perubahan sudah terasa kental di dalam tim.
“FIFA Series 2026 di bulan Maret merupakan kompetisi yang sangat penting. Dan, kami memiliki staf baru, pelatih baru, dan kami sangat menantikan bekerja sama,” ujar Jay Idzes dalam sesi wawancara yang diunggah melalui akun media sosial resmi klubnya, Sassuolo, pada Senin (23/3/2026).
Pendekatan Personal Sang Pelatih
Bagi Idzes, John Herdman bukanlah sosok asing yang hanya dikenal lewat papan strategi. Pelatih asal Kanada tersebut dilaporkan telah melakukan pendekatan persuasif, bahkan sempat terbang langsung ke Italia untuk memantau dan berdiskusi dengan Idzes secara personal.
Komunikasi intensif ini membangun jembatan kepercayaan antara pemain dan pelatih sebelum peluit pertama dibunyikan di lapangan hijau.
“Saya sudah sempat berbicara dengan pelatih beberapa kali dan saya merasa seperti semua orang dari tim, para pemain, sangat bersemangat untuk kembali ke tim nasional setelah terakhir kali kami bersama,” tambah Idzes dengan nada optimis.
Panggung Empat Benua di Gelora Bung Karno
FIFA Series 2026 kali ini menjadi ajang pembuktian yang menarik karena mempertemukan empat negara dari konfederasi yang berbeda. Selain tuan rumah Indonesia, turnamen ini diikuti oleh Saint Kitts and Nevis (CONCACAF), Bulgaria (UEFA), dan Kepulauan Solomon (OFC).
Langkah awal Indonesia akan diuji oleh kekuatan fisik Saint Kitts and Nevis pada laga perdana yang dijadwalkan berlangsung Jumat (27/3) besok. Di saat yang sama, Bulgaria akan ditantang oleh Kepulauan Solomon.
Format turnamen ini menggunakan sistem gugur; para pemenang di laga perdana akan langsung melaju ke partai final pada Selasa (31/3), sementara tim yang kalah akan berebut posisi ketiga.
Bagi publik sepak bola tanah air, ajang ini bukan sekadar mengejar poin FIFA, melainkan panggung pertama untuk melihat bagaimana filosofi sepak bola John Herdman bersenyawa dengan determinasi para penggawa Garuda.***
Editor : Alysa
Sumber : cnnindonesia.com














