Gunung Marapi Erupsi Pagi Ini, Badan Geologi Tetapkan Zona Larangan 3 Kilometer

0
Gunung Marapi
Ilustrasi Gunung Marapi eropsi.Foto : berbuatbaik.id

NARASITODAY.COM, BUKITTINGGIKabut pagi di Tanah Datar dan Agam seketika terasa berbeda saat Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan bahwa gunung api yang berdiri megah ini mengalami erupsi pada Kamis (26/3/2026) tepat pukul 08:28 WIB.

Meskipun aktivitas ini memicu perhatian luas, secara visual puncaknya masih menyimpan misteri. Berdasarkan laporan resmi melalui laman magma.esdm, tinggi kolom abu akibat letusan kali ini tidak terpantau secara visual dari pos pengamatan.

“Telah terjadi erupsi Gunung Marapi, Sumatera Barat pada tanggal 26 Maret 2026 pukul 08:28 WIB namun tinggi kolom abu tidak teramati,” tulis laporan resmi tersebut, Kamis (26/3/2026).

Baca Juga :  Gunung Semeru Enam Kali Erupsi, Kolom Abu Capai 1 Kilometer

Status Waspada dan Batasan Aktivitas

Saat ini, “Sang Penjaga” Sumatera Barat tersebut berada pada Status Level II (Waspada). Di balik keindahan lanskapnya yang sering memikat pendaki dan wisatawan, otoritas terkait mengingatkan bahwa ada risiko yang harus dihormati. Badan Geologi secara tegas melarang adanya aktivitas manusia dalam radius 3 km dari pusat aktivitas atau Kawah Verbeek.

Bagi masyarakat yang tinggal di kaki gunung, ancaman tidak hanya datang dari langit, tetapi juga dari aliran air. Mengingat curah hujan yang fluktuatif, warga yang bermukim di bantaran sungai yang berhulu di puncak Marapi diminta untuk terus memantau potensi bahaya lahar dingin.

Baca Juga :  5 Alarm Tubuh yang Wajib Diwaspadai Sebelum Petualangan Mendaki Dimulai

Mitigasi Kesehatan dan Lingkungan

Selain ancaman fisik, debu vulkanik yang halus namun tajam menjadi perhatian utama. Untuk melindungi kesehatan pernapasan, warga diimbau untuk segera mengenakan masker serta pelindung mata dan kulit.

“Untuk menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan lainnya yang disebabkan oleh abu vulkanik maka masyarakat agar menggunakan masker pelindung mulut dan hidung,” demikian bunyi salah satu poin rekomendasi Badan Geologi.

Otoritas juga menyarankan warga untuk mulai mengamankan sarana air bersih dan rutin membersihkan atap rumah jika terjadi hujan abu lebat guna mencegah beban berlebih yang berisiko merobohkan bangunan.

Baca Juga :  Hindari 5 Kebiasaan Ini untuk Menjaga Kesehatan Mental

Menjaga Kondusivitas di Tengah Ketidakpastian

Di era informasi yang cepat, masyarakat juga diingatkan untuk tidak mudah terjebak dalam simpang siur kabar burung. Menjaga suasana tetap kondusif dan hanya memercayai sumber resmi dari Pemerintah Daerah adalah kunci agar tidak terjadi kepanikan massal.

Badan Geologi menegaskan agar masyarakat “tidak menyebarkan narasi bohong (hoax), dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya” demi keamanan bersama. Hingga berita ini diturunkan, pemantauan terhadap aktivitas kegempaan Marapi terus dilakukan secara intensif selama 24 jam.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com