Viral Video Warga Filipina Berjalan Kaki ke Kantor Akibat Krisis BBM, Pemerintah Tetapkan Darurat Energi

0
Filipina
Viral Video Warga Filipina Berjalan Kaki ke Kantor.Foto : ntvnews.id

NARASITODAY.COM, MANILADi bawah terik matahari Commonwealth Avenue, Quezon City, pemandangan tak biasa tersaji. Ribuan warga Filipina memenuhi jalanan, bukan untuk demonstrasi, melainkan untuk berjalan kaki berkilo-kilometer demi mencapai tempat kerja. Fenomena ini mendadak viral di media sosial X, memotret dampak nyata krisis energi nasional yang dipicu oleh eskalasi perang di Timur Tengah.

Dalam potongan video yang beredar luas, tampak kerumunan warga bak rombongan jalan santai. Ada yang mengenakan kaus oblong dengan sarung (palung) tersampir, namun tak sedikit yang tetap tampil rapi dengan kemeja kantor meski keringat membasahi punggung.

Fakta di Balik Video Viral

Narasi yang berkembang di media sosial menyebutkan bahwa warga terpaksa berjalan kaki karena cadangan energi hampir habis total.

Baca Juga :  Cetak Prestasi Gemilang Dua Atlet Kano Putri Indonesia di Kejuaraan Asia 2025

“Di Filipina di mana cadangan energi hampir habis, orang-orang sekarang berjalan kaki ke tempat kerja,” tulis salah satu netizen di platform X.

Netizen lain menambahkan, “Di Filipina orang harus berjalan kaki saat hendak bekerja karena krisis energi dan fasilitas transportasi yang terbatas.”

Namun, penelusuran lebih lanjut dari situs grup Phil Star memberikan konteks yang lebih dalam. Berdasarkan penjelasan warga lokal, mereka sebenarnya bukan berjalan kaki hingga ke kantor, melainkan berjalan menuju titik keberangkatan transportasi umum yang masih memiliki kursi kosong. Aksi ini menjadi pilihan terakhir karena kelangkaan armada dan lonjakan harga BBM yang mencekik.

Baca Juga :  Persiapan Tanpa Uji Coba, Timnas U-23 Fokus Maksimalkan Potensi Internal

Darurat Energi dan Mogok Massal

Kondisi ini diperparah dengan ancaman lumpuhnya sektor transportasi. Sejumlah operator transportasi umum mengumumkan akan melakukan pemogokan pekan ini sebagai bentuk protes atas kenaikan harga BBM yang tak terkendali dan dugaan kelalaian pemerintah dalam merespons krisis.

Situasi di lapangan ini selaras dengan langkah drastis yang diambil oleh Istana Malacañang. Presiden Ferdinand Marcos Jr. secara resmi telah mendeklarasikan status Darurat Energi Nasional yang berlaku selama satu tahun.

Keputusan ini diambil setelah pasokan minyak dan gas global terganggu akibat perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, termasuk penutupan jalur vital di Selat Hormuz. Presiden Marcos Jr. memperingatkan adanya “ancaman yang segera terjadi” terhadap “ketersediaan dan stabilitas pasokan energi negara” akibat konflik yang telah berkecamuk hampir satu bulan tersebut.

Baca Juga :  Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Hadiri Silaturahmi dan Optimalisasi Pembangunan Daerah di Subang

Garis Depan Krisis Ekonomi

Bagi warga seperti mereka yang melintas di Commonwealth Avenue, status darurat ini bukan sekadar dokumen politik, melainkan perjuangan fisik setiap pagi. Krisis energi telah mengubah rutinitas kaum komuter di Filipina menjadi perlombaan fisik untuk mendapatkan tumpangan di tengah keterbatasan.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Filipina masih terus mengupayakan skema bantuan subsidi BBM guna meredam aksi mogok massal yang diprediksi akan semakin melumpuhkan mobilitas ekonomi di ibu kota.***

Editor : Alysa

Sumber : cnnindonesia.com