Perdana Menteri Spanyol Kecam Serangan yang Tewaskan Prajurit TNI UNIFIL di Lebanon

0
Perdana Menteri
PM Spanyol Pedro Sanchez. Foto : aa.com.tr

NARASITODAY.COM, MADRIDKabar duka yang menyelimuti Indonesia akibat gugurnya Praka Farizal Rhomadhon di Lebanon memicu gelombang kecaman internasional. Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, menjadi salah satu pemimpin dunia yang bersuara lantang mengutuk insiden yang menimpa pasukan perdamaian PBB (UNIFIL) tersebut di tengah eskalasi pertempuran antara Israel dan Hizbullah.

Melalui pernyataan resminya, Sanchez menegaskan bahwa penyerangan terhadap penjaga perdamaian bukan sekadar insiden militer, melainkan serangan terhadap nilai-nilai kemanusiaan global.

Spanyol mengutuk keras tindakan ini. Spanyol menuntut agar asal usul proyektil tersebut diklarifikasi. Dan Spanyol menyerukan kepada pemerintah Israel untuk menghentikan permusuhan,” tulis Sanchez melalui media sosial X, Senin (30/3/2026).

Baca Juga :  Cakupan Vaksinasi Anak Meningkat, Tapi Ancaman Misinformasi dan Dana Potong Mengintai

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa misi PBB harus tetap steril dari target militer. “Serangan terhadap misi penjaga perdamaian PBB merupakan agresi yang tidak dapat dibenarkan terhadap seluruh komunitas internasional,” tambahnya.

Putra Kulon Progo yang Gugur dalam Tugas

Di tanah air, identitas prajurit yang gugur tersebut telah dikonfirmasi. Praka Farizal Rhomadhon, seorang prajurit dari Yonif 113/JS Brigif 25/Siwah Kodam Iskandar Muda, Aceh, tewas saat menjalankan mandat internasionalnya.

Dandim 0731/Kulon Progo, Letkol Inf Dyan Niti Sukma, membenarkan bahwa almarhum merupakan putra daerah asal Lendah, Kulon Progo. Kabar ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan kesatuannya.

Baca Juga :  Peringatan Pemberontakan PETA di Blitar: 14 Februari 1945, Tanggal Bangkitnya Perlawanan Melawan Penjajahan

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menjadi sosok pertama yang mengabarkan tragedi ini kepada dunia. Dengan nada duka yang mendalam, Guterres mengecam jatuhnya korban dari kontingen Indonesia.

“Saya mengutuk keras insiden hari Minggu yang menewaskan seorang penjaga perdamaian Indonesia dari @UNIFIL_ di tengah permusuhan antara Israel & Hizbullah. Seorang penjaga perdamaian Indonesia lainnya mengalami luka serius dalam insiden yang sama,” ungkap Guterres.

Lebanon yang Membara

Kematian Praka Farizal terjadi saat Lebanon berada dalam situasi paling kritis sejak operasi militer brutal diluncurkan oleh Israel dan Amerika Serikat ke wilayah Iran pada akhir Februari lalu. Balasan dari Hizbullah kian masif setelah tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan sebelumnya.

Baca Juga :  Rusia Tegaskan Tetap Pasok Minyak ke Kuba di Tengah Tekanan AS

Di tengah desing peluru dan ledakan proyektil, pasukan UNIFIL terjepit di antara dua kekuatan besar. Hingga saat ini, pihak UNIFIL masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan asal-usul proyektil yang merenggut nyawa Praka Farizal, mengingat situasi di lapangan yang masih sangat dinamis dan berbahaya.

Sanchez menutup pernyataannya dengan menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum serta harapan kesembuhan bagi personel TNI lainnya yang mengalami luka serius. Tragedi ini kembali mengingatkan dunia akan harga mahal yang harus dibayar oleh para penjaga perdamaian di wilayah konflik yang tak kunjung padam.***

Editor : Alysa

Sumber : cnnindonesia.com