NARASITODAY.COM, JAKARTA – Asap yang sempat membubung dari rumah-rumah yang terbakar di Desa Sibenpopo mulai berganti dengan suasana tenang yang penuh kehati-hatian. Setelah bentrokan pecah pada Jumat (3/4/2026) pagi, upaya pemulihan keamanan di Kecamatan Patani Barat, Halmahera Tengah, kini memasuki babak krusial melalui jalur mediasi dan pengamanan ketat.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menegaskan bahwa pemerintah provinsi telah terjun langsung ke titik konflik untuk menjamin keamanan warga sekaligus membuka keran dialog. Hingga Senin (6/4/2026), situasi di lapangan dilaporkan terus membaik dan terkendali.
“Sehingga, sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam menjaga situasi tetap kondusif, Wakil Gubernur Sarbin Sehe bersama Wakapolda Maluku Utara, Brigjen Pol Stephen M. Napiun telah turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi, memastikan keamanan masyarakat, serta membuka ruang komunikasi dengan berbagai pihak,” kata Gubernur Sherly Tjoanda melalui siaran pers, Sabtu (4/4/2026).
Sentuhan Humanis di Tengah Penjagaan Ketat
Di tengah kehadiran 250 personel gabungan TNI/Polri yang bersiaga, pendekatan persuasif menjadi ujung tombak. Gubernur Sherly menekankan bahwa kehadiran negara bukan hanya untuk menunjukkan kekuatan, tetapi untuk merangkul kembali warga yang bertikai.
“Pemerintah hadir untuk memastikan semua pihak merasa didengar, dilindungi, dan mendapatkan ruang yang adil untuk menyampaikan pandangannya,” imbuhnya. Ia meyakini bahwa komunikasi terbuka adalah kunci untuk membangun kembali kepercayaan antarwarga Desa Banemo dan Desa Sibenpopo yang sempat retak.
Wakapolda Maluku Utara, Brigjen Pol. Stephen M. Napiun, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas segala kekhilafan dan berkomitmen mengusut tuntas pelaku pembunuhan yang menjadi pemicu bentrokan. Di hadapan warga pada Minggu, ia menegaskan garis merah agar konflik tidak meluas ke isu sensitif.
“Peristiwa ini adalah murni tindak pidana atau perkelahian antarkampung, bukan konflik agama atau SARA,” ujar Wakapolda, sembari meminta masyarakat tidak terprovokasi hoaks.
Luka mendalam dirasakan kedua desa menyusul adanya korban jiwa dan kerusakan bangunan. Namun, Wakil Gubernur Sarbin Sehe terus bergerak menemui tokoh agama dan adat untuk merajut kembali persaudaraan.
“Kita semua bersaudara, mari jaga perdamaian,” ungkap Sarbin Sehe saat mengajak tokoh pemuda dan adat menjadi motor penggerak perdamaian.
Langkah konkret selanjutnya akan dipimpin oleh Bupati Halmahera Tengah, Ikram M. Sangaji, yang dijadwalkan segera mempertemukan perwakilan kedua desa dalam forum mediasi konstruktif. Dukungan penuh juga datang dari TNI melalui Danrem 152/Babullah, Brigjen TNI Enoh Solehudin, yang menyatakan kesiapan pasukannya membantu Polri menjaga stabilitas.
Kronologi Singkat Pemicu Konflik
Ketegangan di Patani Barat bermula pada Jumat pagi setelah ditemukannya jasad seorang warga Desa Banemo di area kebun wilayah Desa Sibenpopo. Penemuan tragis ini memicu kemarahan keluarga dan aksi saling serang menggunakan senjata tajam. Imbasnya, satu warga Sibenpopo dilaporkan tewas dan sejumlah rumah hangus terbakar sebelum akhirnya aparat berhasil meredam situasi.
Kini, dengan kehadiran fisik pemerintah dan aparat di lapangan, harapan besar tertumpu pada pertemuan mediasi mendatang agar Patani kembali menjadi rumah yang rukun bagi seluruh warganya.***
Editor : Alysa
Sumber : cnnindonesia.com













