KPK Gelar Operasi Senyap di Tulungagung, Amankan Ratusan Juta Rupiah dan 16 Orang

0
KPK
Ilustrasi logo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang ada dikantor KPK. Foto : kpk.go.id

BARASUTODAY.COM, JAKARTA – Keheningan Jumat malam di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, pecah oleh operasi senyap yang dilancarkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang berlangsung pada Jumat (10/4/2026) tersebut, tim penyidik lembaga antirasuah berhasil meringkus belasan orang, termasuk orang nomor satu di kabupaten tersebut.

Langkah taktis ini menjadi kejutan besar bagi publik di Jawa Timur, menandakan bahwa radar pengawasan KPK tetap tajam menyasar praktik lancung di tingkat daerah.

Operasi Kilat dan Barang Bukti Uang

Dalam operasi tersebut, penyidik tidak hanya mengamankan para terduga, tetapi juga menyita sejumlah uang tunai yang diduga kuat berkaitan dengan tindak pidana korupsi. Meski belum merinci jumlah pastinya, pimpinan KPK mengonfirmasi adanya temuan uang dalam jumlah besar di lokasi.

Baca Juga :  Diduga Hasil Korupsi, Aset Mantan Walikota Bekasi di Cisarua Disita KPK

“Ada uang ratusan juta rupiah,” ujar Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto saat memberikan keterangan kepada awak media, Sabtu (11/4/2026).

Hingga saat ini, uang tersebut masih dalam proses penghitungan dan verifikasi oleh tim penyidik untuk memperkuat alat bukti dalam kasus yang tengah dikembangkan tersebut.

Bupati Tulungagung Terjaring

Gema operasi senyap ini semakin kencang setelah identitas salah satu pihak yang diamankan terungkap. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa total ada 16 orang yang saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif.

Baca Juga :  KPK Dalami Dugaan Suap dalam Pengurusan Cukai Rokok di Kementerian Keuangan

“Tim mengamankan sejumlah 16 orang, salah satunya Bupati Tulungagung (Gatut Sunu Wibowo),” jelas Budi Prasetyo melalui pernyataan resminya.

Penangkapan Gatut Sunu Wibowo bersama belasan orang lainnya yang terdiri dari unsur pejabat daerah dan pihak swasta menambah daftar panjang kepala daerah yang terjerat pusaran kasus korupsi.

Menanti Status Hukum

Pasca-penangkapan, para pihak yang terjaring OTT segera dibawa untuk menjalani pemeriksaan 1×24 jam guna menentukan status hukum mereka. Suasana di gedung merah putih KPK kini tampak sibuk, menunggu ekspose perkara yang akan menentukan siapa saja yang akan ditetapkan sebagai tersangka.

Baca Juga :  AS Sahkan Reformasi Perumahan Terbesar dalam Tiga Dekade, Bidik Atasi Krisis Kepemilikan Rumah

Pihak KPK sendiri masih menutup rapat rincian konstruksi perkara demi kepentingan penyidikan yang sedang berjalan.

“Kami akan update terus perkembangannya,” tandas Budi singkat, menjanjikan transparansi informasi dalam waktu dekat.

Dengan penangkapan ini, publik kini menanti rincian lebih lanjut mengenai kasus apa yang menyeret sang Bupati dan nasib tata kelola pemerintahan di Tulungagung ke depan.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber