Jembatan Penghubung Dua Desa di Rumpin Ambruk Diterjang Banjir

0
Kondisi jembatan penghubung Desa Gobang dan Desa Rabak, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, yang ambruk setelah diterjang banjir akibat luapan Sungai Citempuhan. Derasnya arus menggerus bagian penyangga hingga memutus akses vital warga antar desa.

NARASITODAY.COM, BOGOR- Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bogor dalam beberapa waktu terakhir berujung bencana.

Sebuah jembatan penghubung antara Desa Gobang dan Desa Rabak, Kecamatan Rumpin, dilaporkan ambruk setelah diterjang luapan Sungai Citempuhan.

Peristiwa bermula pada Sabtu, 4 April 2026 sekitar pukul 01.00 WIB, ketika sungai meluap dan merendam permukiman warga.

Air bah yang datang tiba-tiba tidak hanya menggenangi rumah, tetapi juga menyeret sejumlah harta benda milik warga.

Kepala Desa Gobang, Alawi, menyebutkan sedikitnya satu rumah warga mengalami kerusakan parah. Selain itu, satu unit sepeda motor hanyut terbawa arus. Warga juga kehilangan uang tunai dan perhiasan emas. Kerugian akibat kejadian ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Baca Juga :  Momen Penemuan Jasad Pria Terjun dari Jembatan oleh Pemancing di Bogor

“Awalnya banjir besar, air meluap sampai ke permukiman. Banyak barang warga yang tidak sempat diselamatkan,” ujar Alawi saat ditemui, Kamis (16/4/2026).

Dampak banjir turut dirasakan sektor pendidikan. Fasilitas TK/PAUD di wilayah tersebut ikut terendam, menyebabkan sejumlah dokumen penting rusak bahkan hilang.

Kerusakan jembatan sendiri terjadi secara bertahap. Derasnya arus sungai menggerus bagian bawah struktur hingga tiang penyangga hilang terbawa arus. Saat itu, jembatan belum sepenuhnya runtuh, namun kondisinya sudah kritis.

“Kejadian awal sekitar dua minggu lalu. Bagian bawah penyangga sudah hilang, tapi jembatan masih berdiri,” jelas Alawi.

Baca Juga :  Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Bahas Percepatan Pengadaan Tanah untuk Jalan Khusus Tambang dan Jembatan Leuwiranji

Kondisi tersebut akhirnya mencapai titik puncak pada Rabu, 15 April 2026 sekitar pukul 16.00 WIB.

Hujan yang terus turun membuat struktur jembatan tak lagi mampu menahan tekanan air dan beban, hingga akhirnya ambruk total. Sebelum runtuh, sebagian badan jembatan bahkan sempat terendam.

Kini, jembatan dengan panjang sekitar 32 meter dan lebar tiga meter itu tidak dapat difungsikan sama sekali. Akses vital yang menghubungkan dua desa terputus, baik untuk kendaraan roda dua maupun pejalan kaki.

Warga terpaksa mencari jalur alternatif dengan jarak tempuh yang lebih jauh, sementara sebagian lainnya memilih menunggu penanganan dari pemerintah.

Baca Juga :  Thailand Gelar Pemilu 8 Februari, Persaingan Tiga Poros Partai

Alawi menegaskan, pihak pemerintah desa telah melaporkan kejadian ini kepada Pemerintah Kabupaten Bogor agar segera dilakukan perbaikan.

Sejumlah pihak, termasuk anggota DPR RI, juga telah meninjau langsung lokasi kejadian.

“Kami sudah berkirim surat ke instansi terkait. Harapannya penanganan bisa segera dilakukan agar akses warga kembali normal,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa jembatan tersebut belum lama diresmikan sebelum akhirnya ambruk. Namun, menurutnya, bencana alam seperti ini sulit diprediksi.

“Bencana alam tidak ada yang tahu kapan terjadi. Bahkan rumah saya sendiri juga ikut terendam,” ucapnya.

Wartawan : Andreas