Tentara Israel Dicopot dan Dijatuhi Hukuman Setelah Hancurkan Patung Yesus di Lebanon

0
Lebanon
Seorang prajurit Israel menggunakan godam untuk menghantam wajah patung Yesus Kristus yang terbalik di Lebanon selatan, pada April 2026.Foto : bbc.com

NARASITODAY.COM,DEBEL – Di pinggiran desa Kristen yang sunyi bernama Debel, Lebanon Selatan, sebuah simbol suci menjadi korban di tengah kecamuk perang. Keheningan desa yang terjepit di antara garis pertempuran Israel dan Hizbullah itu terkoyak ketika sebuah video viral menunjukkan tangan-tangan berseragam militer menghancurkan patung Yesus menggunakan palu besar.

Merespons gelombang kecaman internasional, militer Israel (IDF) bertindak cepat. Pada Rabu (22/4/2026), IDF mengumumkan bahwa dua tentaranya telah dicopot dari tugas tempur dan dijatuhi hukuman 30 hari penjara militer. Satu tentara terbukti sebagai eksekutor penghancuran, sementara rekannya berperan merekam aksi tersebut.

Penyimpangan Nilai di Garis Depan

Insiden ini bermula dari foto dan video yang beredar luas pada Senin lalu. Dalam gambar yang menyayat hati bagi komunitas lokal, terlihat seorang tentara menghantamkan palu ke bagian kepala patung Yesus yang telah terjatuh dari salibnya. Investigasi internal IDF mengonfirmasi bahwa tindakan tersebut bukanlah bagian dari operasi militer.

Baca Juga :  Dari Pembalak Jadi Penjaga Hutan, MKK Cisangku Kini Dukung Program Penghijauan Pemkab Bogor

“Perilaku para tentara sepenuhnya menyimpang dari perintah dan nilai-nilai IDF,” tulis pernyataan resmi pihak militer, sebagaimana dilansir oleh The Guardian.

Penyelidikan lebih lanjut mengungkap fakta mengecewakan lainnya yaitu ada enam tentara lain di lokasi kejadian yang hanya berdiri menonton tanpa upaya mencegah atau melaporkan perusakan tersebut.

“Para tentara lainnya yang hanya menyaksikan telah dipanggil untuk diskusi klarifikasi yang akan dilakukan kemudian, setelah itu langkah-langkah lanjutan di tingkat komando akan ditentukan,” tambah pihak militer.

Upaya Rekonsiliasi di Tengah Reruntuhan

Baca Juga :  Coba Resep Blueberry Cheese Mousse Creamy dan Segar untuk Kamu yang Manis

Sadar akan dampak diplomatik yang ditimbulkan, petinggi Israel segera turun tangan. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan dirinya “terkejut dan sedih” atas insiden tersebut. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Gideon Saar menyampaikan permintaan maaf secara terbuka “kepada setiap umat Kristen yang perasaannya terluka”.

Sebagai langkah perbaikan fisik, IDF mengunggah foto patung pengganti di media sosial. Patung baru yang berukuran lebih kecil namun lebih dekoratif tersebut diklaim telah dipasang “dalam koordinasi penuh dengan komunitas lokal” di lokasi rumah keluarga di pinggiran Debel.

Kecaman dari Yerusalem hingga Vatikan

Meski patung baru telah berdiri, luka batin masyarakat Lebanon Selatan dan umat Kristiani global tampaknya belum sepenuhnya pulih. Desa Debel adalah salah satu dari sedikit pemukiman yang masih dihuni warga sipil di tengah sengitnya perang darat. Bagi warga setempat, patung itu bukan sekadar objek, melainkan pelindung spiritual di tengah hujan peluru.

Baca Juga :  Menlu Sugiono Kutuk Langsung Israel di DK PBB atas Pendudukan Tepi Barat

Kecaman keras datang dari otoritas gereja tertinggi di wilayah tersebut. Patriark Latin Yerusalem, Kardinal Pierbattista Pizzaballa, menyuarakan rasa pedih yang mendalam atas penghinaan terhadap simbol suci tersebut.

Kardinal Pizzaballa menyatakan “kemarahan mendalam” dan “kecaman tanpa syarat” terhadap tindakan yang dinilai mencoreng wajah kemanusiaan di tengah konflik tersebut.

IDF kini menegaskan bahwa mereka akan memperkuat prosedur penghormatan terhadap simbol keagamaan bagi seluruh pasukan yang bertugas di wilayah Lebanon, demi mencegah terulangnya insiden serupa yang dapat memperkeruh tensi sektarian di kawasan tersebut.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com