Perdana Menteri Hungaria Baru Janji Tindaklanjuti Perintah ICC Terkait Netanyahu

0
Hungaria
Perdana Menteri baru Hungaria Peter Magyar.Foto : msn.com

NARASITODAY.COM, BUDAPESTAngin perubahan bertiup kencang di koridor parlemen Hungaria. Hanya berselang beberapa hari setelah menduduki kursi kekuasaan, Perdana Menteri baru Hungaria, Peter Magyar, melontarkan pernyataan yang mengguncang hubungan diplomatik dengan Israel yaitu ia berjanji akan melaksanakan perintah penangkapan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terhadap Benjamin Netanyahu.

Pernyataan ini menandai titik balik tajam dalam kebijakan luar negeri Hungaria. Di bawah kepemimpinan Magyar, Budapest berusaha melepaskan diri dari bayang-bayang kebijakan pendahulunya, Viktor Orban, yang selama ini dikenal sebagai sekutu paling vokal bagi Netanyahu di Uni Eropa.

Kewajiban Moral dan Hukum

Dalam sebuah konferensi pers yang penuh sorotan media, Selasa (21/4/2026), Magyar menegaskan bahwa posisi Hungaria sebagai anggota ICC adalah komitmen hukum yang tidak bisa ditawar. Ia merujuk pada surat perintah penangkapan yang dirilis ICC pada November 2024 terkait dugaan kejahatan perang di Jalur Gaza.

Baca Juga :  Pemkab Bogor Dorong Pembangunan RS PMI Di Parung Panjang, Perluas Jangkauan Layanan Kesehatan

“Saya percaya bahwa jika suatu negara adalah anggota Mahkamah Pidana Internasional, dan seseorang yang dicari pengadilan memasuki wilayah kita, maka orang itu harus ditahan,” tegas Magyar sebagaimana dikutip dari Sky News.

Langkah Magyar ini secara otomatis menghentikan proses penarikan diri Hungaria dari ICC yang sebelumnya diinisiasi oleh Orban. Magyar bahkan menyebut telah menyampaikan secara langsung kepada Netanyahu bahwa Hungaria tetap akan menjadi bagian dari pengadilan internasional tersebut.

Paradoks Undangan dan Ancaman

Drama politik ini semakin menarik mengingat riwayat komunikasi antara kedua pemimpin. Pada 15 April lalu, sesaat setelah memenangkan pemilu, Magyar sempat menghubungi Netanyahu melalui telepon. Dalam pernyataan resmi kantor PM Israel, Magyar bahkan sempat mengundang Netanyahu ke Budapest untuk menghadiri peringatan 70 tahun Perlawanan Hungaria.

Baca Juga :  Lady Gaga Kembali Jadi Sorotan dengan Penampilan Spektakuler di Festival Musik Bergengsi

Perdana Menteri terpilih Hungaria, Magyar, menyatakan niat untuk mempertahankan hubungan erat antara Hungaria dan Israel, dan mengundang Perdana Menteri Netanyahu untuk berpartisipasi dalam upacara peringatan 70 tahun Perlawanan Hungaria,” bunyi rilis dari pemerintah Israel.

Netanyahu pun menyambut baik undangan tersebut, bahkan berencana menggelar pertemuan antar-pemerintah (G2G) di Israel. Namun, pernyataan terbaru Magyar kini mengubah undangan tersebut menjadi ancaman jeruji besi jika sang pemimpin Israel benar-benar menginjakkan kaki di tanah Hungaria.

Baca Juga :  Pemerintah Tetapkan Bea Keluar Emas Berlapis, Dorong Hilirisasi Menuju Perhiasan

Runtuhnya Aliansi Orban-Netanyahu

Kebijakan Magyar ini meruntuhkan “benteng perlindungan” yang selama bertahun-tahun dibangun oleh Viktor Orban. Pada April 2025, lima bulan setelah surat perintah ICC rilis, Netanyahu sempat mengunjungi Hungaria tanpa hambatan sedikit pun. Kala itu, Orban dengan berani menentang komunitas internasional dan menyatakan enggan menangkap sahabatnya tersebut.

Kini, Peter Magyar berdiri di kutub yang berseberangan. Dengan janji untuk menegakkan hukum internasional, ia sedang menguji daya tahan pemerintahannya dalam menyeimbangkan antara hubungan bilateral dengan Israel dan kewajiban hukum global. Bagi Netanyahu, Budapest tidak lagi menjadi tempat aman di Eropa bagi dunia, ini adalah pesan bahwa peta aliansi di Benua Biru telah resmi berubah.***

Editor : Alysa

Sumber : cnnindonesia.com