Astagfirullah, Limbah Dapur MBG SPPG Mekarjaya 02 Diduga Cemari Sungai Cikalong

0
Papan identitas di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mekarjaya milik Yayasan Bina Insan Mulia yang berada di Desa Mekarjaya, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, menjadi sorotan terkait polemik dugaan pencemaran limbah IPAL

NARASITODAY.COM, BOGOR- Pengelolaan limbah dapur MBG SPPG Mekarjaya 02 Yayasan Bina Insan Mulia di Desa Mekarjaya, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, menuai polemik.

Pasalnya, dapur yang beroperasi terdapat sejumlah dugaan pelanggaran.

LSM Gerakan Nasional Pajajaran (Genpar) mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) segera menghentikan operasional dapur tersebut.

Ketua Genpar, Sambas Alamsyah, mengatakan hasil Investigasinya  melihat kondisi dapur jauh dari standar kelayakan.

Ia menyebut, ruang pengolahan makanan ditemukan tanpa plafon dan menyatu dengan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), penyimpanan gas dalam kondisi kumuh dan tergenang air, serta area pencucian peralatan yang tidak tertata.

Baca Juga :  Kejaksaan Agung Perkuat Pengawasan Program MBG Berbasis Intelijen Terintegrasi

“Ini bukan sekadar kelalaian, tapi pelanggaran terhadap aturan pengelolaan dapur dan limbah,” kata Sambas, Sabtu (25/4/2026).

Selain itu, Genpar juga menyoroti kebocoran IPAL yang diduga mencemari lingkungan sekitar. Warga mengeluhkan sumur mereka tercemar sejak dua bulan terakhir.

Genpar juga mengungkap dugaan perizinan yang belum lengkap. Menurut Sambas, hampir 90 persen izin operasional belum dimiliki, meski distribusi makanan telah berlangsung selama beberapa bulan.

“Jika terbukti melanggar, operasional dapur dapat dikenai sanksi administratif hingga penghentian kegiatan. Bahkan, dalam kondisi tertentu, pelanggaran pencemaran lingkungan dapat berujung pada sanksi pidana,” kata pria berkepala pelontos itu.

Baca Juga :  Sopir Bus Tewas Akibat Lemparan Batu Setelah Pertandingan Bola Basket

Sambas mendesak BGN segera mengambil tindakan tegas untuk mencegah dampak yang lebih luas terhadap kesehatan masyarakat.

Sementara Warga Kampung Toge, Sudarjat saat di temui di kediamannya, mengaku telah berulang kali melaporkan kejadian tersebut. Namun, hingga kini belum ada penanganan yang dianggap memadai.

“Berkali-kali saya sampaikan, tapi tidak ada tindak lanjut,” ujarnya.

Tak hanya berdampak pada sumur warga, Kepala Desa Mekarjaya, Ismail Abraham, menyebut adanya dugaan pembuangan limbah ke area kebun sawit yang kemudian mengalir ke saluran irigasi hingga mencemari Sungai Cikalong.

Baca Juga :  PNS dan ASN Diberikan Kemudahan Work From Anywhere Usai Cuti Bersama Nyepi dan Idul Fitri

“Sekitar pukul 10 pagi tadi ada pembuangan limbah yang diduga dari dapur tersebut ke area sawit dan mengalir ke irigasi warga,” kata Ismail.

Di tempat terpisah, pihak pengelola mengakui adanya kebocoran IPAL. Kepala SPPG Mekarjaya 02, Muhamad Alfitrah, menyatakan perbaikan tengah dilakukan.

Ia juga mengakui operasional dapur telah berjalan selama kurang lebih tiga bulan.

“Kami akui ini kesalahan dan sedang kami perbaiki,” tukasnya.***

 

Wartawan : Andreas