
NARASITODAY.COM, BOGOR- Kabupaten Bogor kembali mengirim pesan kuat tentang pentingnya menjaga alam. Di kawasan Telaga Saat, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Jumat (5/6/2026), suara kepedulian terhadap lingkungan menggema dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat Kabupaten Bogor.
Di tengah hamparan hijau kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung, PT ANTAM Tbk UBPE Pongkor hadir bukan sekadar sebagai peserta seremoni. Perusahaan tambang milik negara itu menunjukkan aksi nyata dengan melepasliarkan 1.050 ekor ikan lokal jenis tawes dan nilem ke perairan sekitar Telaga Saat.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem air sekaligus memperkuat pelestarian keanekaragaman hayati di wilayah hulu sungai yang memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat Bogor hingga Jakarta.

Kegiatan itu turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika bersama unsur pemerintah, akademisi, komunitas lingkungan, dunia usaha, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Tak hanya pelepasliaran ikan, rangkaian kegiatan juga diisi penanaman pohon, pelepasliaran burung, hingga pembacaan komitmen bersama menjaga kualitas lingkungan hidup.
Java Region CSR & ER Subdivision Head PT ANTAM Tbk, Agustinus Toko Susetio, menegaskan bahwa menjaga lingkungan tidak bisa dilakukan secara sesaat.
“Penanaman pohon, pelepasliaran ikan lokal, dan berbagai kegiatan pelestarian lingkungan lainnya merupakan bagian dari komitmen ANTAM untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat,” ujar Agustinus.
Ia mengungkapkan, hingga pertengahan tahun 2026 ANTAM telah menanam lebih dari 43 ribu pohon, baik melalui program penghijauan bersama masyarakat maupun reklamasi area pascatambang.
“Keberlanjutan lingkungan dan ketahanan masyarakat harus berjalan beriringan melalui kolaborasi yang nyata dan berkelanjutan,” katanya.

Angka tersebut bukan sekadar statistik. Sebanyak 25.700 pohon ditanam di berbagai wilayah Kabupaten Bogor seperti Pakansari, Bojonggede, Tajurhalang, Kemang, Nanggung, Leuwiliang, hingga Cileungsi. Sementara 17.303 pohon lainnya menghijaukan area reklamasi pascatambang UBPE Pongkor.
Jenis pohon yang dipilih pun bukan sembarangan. ANTAM menanam berbagai tanaman lokal dan endemik seperti rasamala, saninten, puspa, kisireum, sempur, hingga palahlar yang memiliki nilai ekologis tinggi sekaligus manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Komitmen lingkungan ANTAM juga diperkuat melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat berbasis ketahanan pangan di Kecamatan Nanggung. Program seperti Sundung Cisarua, Pepeling Cisangku, hingga Gerakan Ramah Lingkungan untuk Ketahanan Pangan (Garitan) Kalong Liud menjadi bagian dari pendekatan pembangunan berkelanjutan yang dijalankan perusahaan.
Di sisi lain, ANTAM terus mendorong penerapan good mining practice serta inovasi ramah lingkungan dalam operasional pertambangan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan mewujudkan industri tambang yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.***
Wartawan : Andreas













