DPU Bogor Pasang Bronjong di Cigudeg, Antisipasi Banjir Susulan di Sungai Cipangaur

0
Petugas Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Bogor bakal melakukan pemasangan bronjong di bantaran Sungai Cipangaur, Kampung Bolang, Desa Argapura, Kecamatan Cigudeg, sebagai langkah penanganan darurat pascabanjir bandang guna mencegah luapan air kembali merendam permukiman warga.

NARASITODAY.CIM, CIGUDEG– Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) mulai melakukan penanganan darurat pascabencana banjir bandang yang melanda Kampung Bolang, Desa Argapura, Kecamatan Cigudeg.

Langkah cepat ini dilakukan menyusul meluapnya Sungai Cipangaur yang sebelumnya menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga serta jebolnya tebing penahan tanah (TPT) di kawasan tersebut.

Baca Juga :  Tebing Longsor di Cimanggu Dua Ancam Keselamatan Warga dan Sekolah

Kepala UPT Infrastruktur Irigasi Kelas A Wilayah V Jasinga, Esda Permana Lukman, mengatakan bahwa penanganan difokuskan pada pemasangan bronjong di sepanjang sempadan sungai guna menahan arus air.

“Saat ini kami mulai melaksanakan penanganan darurat dengan pemasangan bronjong di lokasi terdampak,” ujar Esda, Rabu (29/4/2026).

Menurutnya, pemasangan bronjong menjadi langkah strategis untuk mengendalikan aliran sungai, terutama saat curah hujan tinggi, agar tidak kembali meluap ke permukiman warga.

Baca Juga :  5 Kelebihan dan Kekurangan Motorola Edge 60 Pro, Apakah Layak Dibeli?

Ia menambahkan, upaya ini merupakan bentuk mitigasi awal untuk menekan risiko banjir susulan sekaligus melindungi infrastruktur di sekitar bantaran sungai.

“Dengan penanganan ini, diharapkan aliran air lebih terkendali dan potensi banjir bisa diminimalisir,” jelasnya.

Penanganan darurat tersebut didukung melalui anggaran bantuan tanggap darurat dari Pemerintah Kabupaten Bogor. Pemkab disebut bergerak cepat dalam merespons dampak bencana, khususnya di wilayah barat Bogor yang kerap terdampak cuaca ekstrem.

Baca Juga :  Resep Scottish Shortbread Kue Kering Renyah yang Wajib Dicoba Saat Natal

“Langkah ini diharapkan mampu memberikan perlindungan sementara bagi warga, sembari menunggu penanganan jangka panjang untuk memperkuat struktur sungai dan kawasan sekitarnya,” tukasnya.***

Wartawan : Andreas