NARASITODAY.COM, VENTURA COUNTY – Bintang pop dunia, Britney Spears, resmi mengakui kesalahannya dalam kasus mengemudi di bawah pengaruh (DUI) yang menjeratnya di Ventura County, California. Dalam persidangan yang digelar Senin (4/5/2026) pagi waktu setempat, pelantun lagu “Toxic” ini memilih jalur pengakuan bersalah guna menghindari hukuman balik jeruji besi.
Melansir laporan New York Times dan Variety, Spears mengajukan pengakuan atas tuduhan pelanggaran ringan. Sebagai kompensasi dari pengakuan tersebut, ia dijatuhi status hukum “wet reckless”, sebuah kategori pelanggaran yang lebih ringan.
Keputusan ini memungkinkan Spears hanya menjalani masa percobaan selama 12 bulan dan kewajiban mengikuti kelas edukasi DUI. Status hukum ini diberikan karena Spears memenuhi syarat khusus: tidak memiliki riwayat kriminal serupa, tidak menyebabkan kecelakaan atau cedera, serta kadar alkohol dalam darah yang tergolong rendah saat ditangkap.
Malam Kelam di Ventura
Drama penangkapan ini bermula pada Kamis (30/4/2026) malam. Berdasarkan laporan kepolisian yang dikutip Deadline, Britney dihentikan oleh petugas California Highway Patrol sekitar pukul 21.30. Pemandangan memprihatinkan pun terjadi saat sang diva harus diborgol dan dibawa menuju tahanan.
Proses pemeriksaan berlangsung panjang. Britney baru resmi terdaftar di tahanan pada pukul 03.00 dini hari, sebelum akhirnya dibebaskan dengan status “cite and release” tiga jam kemudian. Meski awalnya penuh tanda tanya, otoritas setempat memastikan bahwa dakwaan yang dijatuhkan masuk dalam kategori misdemeanor atau pelanggaran ringan.
Titik Balik Menuju Perubahan
Di balik gemerlap panggung, insiden ini menjadi alarm bagi kehidupan pribadi sang bintang. Perwakilan resmi Britney tidak menutupi kesalahan tersebut dan menyebutnya sebagai momen yang sangat disesali.
“Ini adalah insiden malang yang sama sekali tidak bisa dimaafkan,” ungkap sang juru bicara dalam pernyataan resminya.
Pihak manajemen juga menegaskan bahwa ini adalah momentum bagi Britney untuk melakukan evaluasi total atas jalan hidupnya. “Britney akan mengambil langkah-langkah yang tepat dan mematuhi hukum, dan semoga ini bisa menjadi langkah awal menuju perubahan yang sudah lama tertunda dalam hidupnya.”
Fokus pada Pemulihan dan Keluarga
Sebagai langkah nyata pasca-insiden, Britney dilaporkan langsung memeriksakan diri ke sebuah fasilitas perawatan profesional. Di masa sulit ini, kehadiran keluarga menjadi pilar pendukung utama bagi pemulihannya.
“Semoga dia bisa mendapatkan bantuan dan dukungan yang dibutuhkannya selama masa sulit ini. Anak-anaknya akan menghabiskan waktu bersamanya,” lanjut pernyataan tersebut.
Bagi Spears, masa percobaan 12 bulan ini bukan sekadar kewajiban hukum, melainkan sebuah babak baru untuk membuktikan bahwa dirinya mampu bangkit kembali dari bayang-bayang masa kelam.***
Editor : Alysa
Sumber : cnnindonesia.com














