Usai Nobar “Pesta Babi”, KMJ Dorong Kesadaran Isu Lingkungan dan Agraria di Bogor

0
Suasana kegiatan nobar dan diskusi film dokumenter Pesta Babi yang digelar Komunitas Mahasiswa Jasinga (KMJ) di Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Sabtu (9/5/2026). Kegiatan ini diikuti mahasiswa dan masyarakat sebagai ruang edukasi dan diskusi isu lingkungan serta agraria. Foto : Andreas/Narasitoday .com

NARASITODAY.COM, BOGOR- Komunitas Mahasiswa Jasinga (KMJ) menggelar nonton bareng (nobar) pemutaran video dokumenter Pesta Babi karya Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Dale, Sabtu (9/5/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di salah satu gedung Di wilayah Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor.

Tak hanya pemutaran film, acara juga dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang menjadi ruang bebas berekspresi bagi mahasiswa dan masyarakat yang hadir.

Ketua panitia yang juga penggagas KMJ, Hafizh Izzulhaq, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya edukasi berbasis literasi audio visual.

KMJ ini bergerak di bidang pendidikan, sosial, dan advokasi. Video dokumenter Pesta Babi ini kita lihat menjadi bagian dari pendidikan tentang lingkungan melalui literasi audio visual,” ujar Hafizh yang akrab disapa Zul itu kepada Narasitoday.com, sesuai nobar.

Baca Juga :  Mengapa Video tentang Sisi Gelap Korea Selatan Begitu Populer di YouTube?

Menurutnya, pemutaran film dokumenter tersebut diharapkan mampu membuka cakrawala berpikir mahasiswa, pemuda, serta aliansi masyarakat di Jasinga terhadap berbagai persoalan lingkungan dan agraria.

“Harapannya film ini bisa memantik cara berpikir kawan-kawan mahasiswa dan pemuda, sekaligus mendorong munculnya pertanyaan-pertanyaan kritis terkait isu agraria dan lingkungan, baik di tingkat lokal maupun lebih luas,” katanya.

Zul juga mengungkapkan antusiasme peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut cukup tinggi, baik dari kalangan mahasiswa, masyarakat, maupun aliansi di wilayah Jasinga.

“Alhamdulillah, masyarakat, mahasiswa, dan aliansi di Jasinga sangat antusias dengan kegiatan ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia berharap melalui dokumenter tersebut dapat menumbuhkan kesadaran bersama serta mendorong langkah nyata dalam merespons isu lingkungan, khususnya di wilayah Bogor Barat.

Baca Juga :  Jelang Berbuka, Simpang Lukut Macet Akibat Serbuan Pemburu Takjil

“Harapannya keresahan terhadap isu agraria dan lingkungan ini bisa menular, lalu terwujud dalam langkah konkret melalui gerakan bersama,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut, KMJ berencana menggagas gerakan penanaman ribuan pohon yang akan melibatkan para petani di wilayah Jasinga.

“Ke depan, kami akan memulai gerakan menanam ribuan pohon bersama petani di Jasinga sebagai bentuk aksi nyata menjaga lingkungan,” ungkapnya.

Perlu diketahui Film dokumenter Pesta Babi ini mengangkat kisah masyarakat adat Papua Selatan yang berupaya mempertahankan tanah ulayat mereka dari ekspansi agribisnis skala besar.

Dokumenter ini menyoroti perubahan besar di wilayah Papua Barat yang hutannya mulai dikonversi menjadi perkebunan tebu industri untuk proyek bioetanol.

Baca Juga :  Fornamkes Kabupaten Bogor Nyatakan Dukungan untuk Paslon Rudy Susmanto dan Jaro Ade 

Lewat visual lapangan dan wawancara warga, film tersebut memperlihatkan bagaimana masyarakat adat berusaha menjaga sungai, hutan, dan ruang hidup mereka di tengah masuknya investasi besar.

Selain isu lingkungan, Pesta Babi juga membahas dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang disebut berjalan beriringan dengan proyek pembangunan di Papua.

Film itu menampilkan narasi tentang aparat keamanan yang disebut ikut mengawal investasi agribisnis, sementara suara masyarakat adat dinilai sering diabaikan.

Judul Pesta Babi sendiri diambil dari tradisi budaya masyarakat Papua. Dalam film ini, istilah tersebut dimaknai sebagai simbol solidaritas dan bentuk perlawanan warga adat terhadap ketidakadilan yang mereka rasakan.

Wartawan : Andreas