Organisasi Kesehatan Dunia Waspadai Penularan Hantavirus dari Kapal Pesiar Mewah yang Bikin Geger Dunia Kesehatan

0
WHO
Logo kesehatan dunia World Health Organization (WHO). Foto : logos-world.net

NARASITODAY.COM, GENEWA – Dunia kesehatan internasional kini dalam siaga penuh setelah virus Andes salah satu jenis Hantavirus yang mematikan mulai menunjukkan pola penyebaran yang mengkhawatirkan. Berawal dari dek kapal pesiar mewah MV Hondius, jejak virus ini kini terdeteksi hingga ke daratan Spanyol dan wilayah terpencil Tristan da Cunha di Samudra Atlantik Selatan.

Hingga Sabtu (9/5/2026), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi bahwa enam dari delapan kasus yang terjadi di atas kapal berbendera Belanda tersebut positif Hantavirus. Tragedi ini telah merenggut tiga nyawa, sementara empat pasien lainnya masih berjuang dalam perawatan intensif di berbagai belahan dunia.

Penularan di Udara dan Darat

Baca Juga :  Pemkab Bogor Hadirkan Pelayanan Kesehatan Gratis di Car Free Day Tegar Beriman

Ketakutan akan penyebaran antarmanusia sebuah fenomena langka bagi Hantavirus menguat setelah seorang wanita berusia 32 tahun di Alicante, Spanyol, jatuh sakit. Ia dilaporkan duduk hanya berjarak dua baris dari seorang penumpang terinfeksi dalam sebuah penerbangan komersial.

“Berdasarkan dinamika wabah ini, berdasarkan bagaimana virus ini menyebar dan tidak menyebar di antara orang-orang di kapal maupun mereka yang sudah turun dari kapal, kami tetap menilai risikonya rendah bagi populasi umum,” ujar Anais Legand, Pejabat Teknis WHO untuk Ancaman Virus, dalam pengarahan daring.

Meskipun WHO mencoba meredam kepanikan, fakta bahwa virus Andes memiliki tingkat kematian hingga 50% di Amerika Serikat membuat otoritas kesehatan global tidak bisa bersantai.

Baca Juga :  Kementerian Perdagangan Ajak Masyarakat Dukung Produk Lokal Hadapi Produk White Label Impor

Riwayat Perjalanan Sang Pembawa Pesan

MV Hondius memulai perjalanannya dari Argentina pada Maret lalu, membawa 147 jiwa melintasi dinginnya Antartika sebelum akhirnya terjebak dalam krisis pernapasan berat di lepas pantai Tanjung Verde.

Saat ini, kapal tersebut sedang menuju Tenerife, Kepulauan Canary. Pihak operator, Oceanwide, memastikan tidak ada lagi penumpang bergejala di atas kapal. Namun, prosedur ketat telah menanti. Seluruh penumpang akan menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh setibanya mereka di pelabuhan pada Minggu pagi.

Alarm dari Lokasi Terpencil

Kekhawatiran juga mencapai Tristan da Cunha, pulau paling terpencil di dunia. Seorang pria Inggris di sana dilaporkan mengalami gejala setelah sempat berada di kapal MV Hondius pada pertengahan April.

Baca Juga :  5 Alasan Mengkonsumsi Buah Bit untuk Mencegah Penyakit dan Meningkatkan Energi

Data Terkini Wabah MV Hondius:

  • Korban Meninggal: 3 orang (Pasangan suami istri asal Belanda dan satu warga Jerman).
  • Kasus Terkonfirmasi: 6 orang.
  • Lokasi Perawatan: Afrika Selatan, Belanda, dan Swiss.
  • Status CDC: Respons Darurat Level 3.

Wabah ini menjadi pengingat betapa cepatnya sebuah patogen berpindah dari hewan pengerat ke manusia, lalu melintasi samudera lewat mobilitas global. Otoritas kesehatan kini meminta siapa pun yang memiliki kontak dengan penumpang MV Hondius untuk segera melapor jika mengalami gejala pernapasan akut, demi memutus rantai “penumpang gelap” yang mematikan ini.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com