Kemarau Panjang Picu Krisis Air Bersih, Enam RW di Desa Kalongliud Bergantung Pasokan BPBD

0
Petugas BPBD Kabupaten Bogor menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak krisis air akibat musim kemarau panjang di Kampung Kalong Babakan, Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Senin (22/6/2026).

NARASITODAY.COM, BOGOR – Musim kemarau yang berkepanjangan mulai dirasakan dampaknya oleh warga di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor.

Di Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung, sedikitnya enam Rukun Warga (RW) mengalami krisis air bersih akibat sumur-sumur resapan yang selama ini menjadi sumber utama kebutuhan air warga mulai mengering.

Kondisi tersebut memaksa pemerintah desa berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor untuk mendatangkan bantuan air bersih.

Pasokan air dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor dijadwalkan mulai disalurkan kepada warga terdampak.

Kepala Desa Kalongliud, Jani Nurjaman, mengatakan laporan kekurangan air bersih mulai diterima dari para Ketua RT dan RW sejak awal Juni 2026.

Berdasarkan pemetaan yang dilakukan pemerintah desa, terdapat beberapa wilayah yang terdampak cukup parah, yakni Kampung Kalong Karees RW 11, Kampung Pasir Madin dan Pasir Manggu RW 02, Kampung Liud RW 03 dan RW 04, Kampung Babakan Liud RW 10, serta Kampung Bongas RW 05 dan RW 09.

Baca Juga :  Geledah Kantor Pusat Pajak, KPK Bongkar Modus "All In" Suap Miliaran Rupiah

“Berdasarkan hasil mapping kami di lapangan bersama seluruh jajaran RT/RW, ada beberapa wilayah di Desa Kalongliud yang meminta pasokan air bersih. Laporan itu kami terima langsung dari kepala RT dan RW,” ujar Jani.

Ia menjelaskan, Desa Kalongliud merupakan wilayah dataran rendah yang tidak memiliki sumber mata air dari kawasan pegunungan.

Selama ini, masyarakat mengandalkan sumur manual dan sumur resapan dengan kedalaman sekitar 7 hingga 15 meter yang sumber airnya berasal dari resapan di sekitar area perkebunan warga.

Namun, musim kemarau yang berlangsung lebih lama dari biasanya membuat pasokan air untuk sumur-sumur tersebut terus menurun.

Kondisi itu diperparah dengan terganggunya sistem irigasi akibat rusaknya Bendungan Cibongas yang mengairi sekitar 80 hektare area persawahan.

Baca Juga :  Wapres Gibran Rakabuming Luncurkan Program Makan Bergizi dan Simulasi Bencana di Bogor

“Dengan terjadinya musim kemarau yang panjang saat ini, otomatis kalau daerah persawahan dan irigasi terhambat dari bendungan di sekitar desa, akan berimbas pada sumur-sumur resapan. Pasokan air bersih terganggu dan bisa dinyatakan krisis air bersih,” jelasnya.

Menurut Jani, jebolnya Bendungan Cibongas kembali menjadi salah satu penyebab utama berkurangnya debit air di wilayah RW 03 dan RW 04.

Selain menghambat pengairan sawah, kondisi tersebut juga mengurangi resapan air ke sumur-sumur milik warga.

Pemerintah Desa Kalongliud pun segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Nanggung dan BPBD Kabupaten Bogor untuk mengatasi persoalan tersebut.

Hasilnya, bantuan air bersih segera dikirimkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak.

“Alhamdulillah hari ini akan dikirim pasokan air oleh Pemerintah Kabupaten Bogor melalui tim dari BPBD. Kami sampaikan terima kasih kepada Pemda Kabupaten Bogor, Pak Camat Nanggung, Bapak Bupati dan Wakil Bupati Bogor yang sangat responsif menerima keluhan masyarakat,” ucapnya.

Baca Juga :  5 Mamalia Tanpa Rambut yang Mengubah Cara Kita Melihat Dunia Fauna!

Untuk mengantisipasi krisis air di masa mendatang, Pemerintah Desa Kalongliud juga telah membangun sejumlah sumur bor melalui Anggaran Dana Desa (ADD) dan APBDesa.

Fasilitas tersebut tersebar di beberapa wilayah, di antaranya RW 01, RW 02, RW 03, RW 04, RW 06, RW 07, dan RW 09.

Selain itu, pemerintah desa juga sempat mencoba mengambil sumber air dari kawasan perbukitan melalui sistem pipanisasi menuju RW 03. Namun, upaya tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan warga secara maksimal karena keterbatasan debit air.

Jani berharap hujan segera turun sehingga kondisi sumur-sumur warga dapat kembali normal. Ia juga meminta agar perbaikan Bendungan Cibongas dapat dipercepat agar sistem irigasi dan cadangan air tanah di Desa Kalongliud kembali pulih.

Wartawan : Andreas