Pemerintah Inggris Rilis Panduan Baru Batasi Waktu Layar Anak Usia Dini

0
Komdigi
Ilustrasi anak-anak memegang hp. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, LONDON – Pemerintah Inggris resmi meluncurkan panduan praktis terbaru yang mengatur batasan waktu layar (screen time) bagi balita guna membentengi generasi muda dari dampak negatif era digital. Dalam aturan tersebut, anak di bawah usia lima tahun disarankan hanya menggunakan ponsel atau perangkat digital maksimal satu jam dalam sehari.

Kebijakan yang diambil dengan pendekatan kehati-hatian ini juga melarang keras anak di bawah usia dua tahun untuk menonton layar sendirian tanpa pendampingan orang tua.

Menteri Pendidikan Inggris, Bridget Phillipson, menjelaskan bahwa langkah pencegahan ini diambil mengingat dampak jangka panjang teknologi pada otak anak masih terus diteliti oleh para ahli.

“Ini masih merupakan area yang cukup belum diketahui dalam banyak hal dan kami telah mengambil pendekatan pencegahan,” kata Bridget Phillipson, sebagaimana dikutip dari BBC, Selasa (12/5/2026).

Baca Juga :  Relawan Baksos FORMABI-KIP UIN Jakarta Lakukan Pengecekan Kesehatan Warga Kampung Sitoko

Meski panduan ini bertujuan mulia untuk menjaga pola tidur dan aktivitas fisik anak, implementasinya di balik pintu rumah menjadi tantangan emosional yang nyata. Bagi banyak orang tua, ponsel sering kali menjadi “pengasuh elektronik” yang sangat membantu di kala sibuk.

Keluarga Montastier di Manchester, misalnya, menggambarkan betapa sulitnya menjauhkan perangkat digital saat orang tua harus berjibaku dengan rutinitas memasak atau menyiapkan keperluan sekolah. Di titik ini, ponsel menjadi solusi instan untuk menghindari konflik emosional dengan anak.

Alexis, seorang ibu dari dua anak, membagikan sisi jujur dari perjuangannya. Ia merasa mengganti waktu layar dengan aktivitas lain seperti membaca buku adalah hal yang ideal secara teori, namun sulit dilakukan secara konsisten di tengah kesibukan pagi yang padat.

Baca Juga :  Klik Link Phishing? Ini 5 Tindakan Cepat yang Harus Kamu Ambil

“Saya butuh waktu tersebut untuk menyelesaikan pekerjaan, jadi menggantinya dengan duduk membaca buku terasa tidak realistis di saat-saat tertentu. Namun, mencoba yang terbaik tetaplah penting daripada tidak sama sekali,” ungkap Alexis kepada BBC.

Teladan Orang Tua di Masa Emas

Data pemerintah menunjukkan fakta yang mencengangkan yaitu sekitar 98 persen anak telah berinteraksi dengan layar setiap hari sejak menginjak usia dua tahun. Padahal, pada masa golden age, otak anak bekerja seperti spons yang menyerap kebiasaan orang dewasa di sekitarnya.

Penasihat Ilmiah Departemen Pendidikan, Prof Russell Viner, bersama Komisaris Anak, Dame Rachel de Souza, mengingatkan bahwa kehadiran fisik orang tua jauh lebih berharga daripada simulasi digital.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Subianto Bahas Penguatan Kerja Sama Strategis dengan PM Inggris Keir Starmer

Dilema ini juga dirasakan oleh Marciel, seorang ayah yang menyadari bahwa anak adalah peniru yang ulung. Ia menyoroti ironi orang tua yang membatasi anak bermain HP, namun dirinya sendiri tetap terpaku pada layar untuk urusan pekerjaan. Menurutnya, kesadaran orang tua untuk mengubah kebiasaan pribadinya adalah langkah awal yang paling krusial.

Pemerintah Inggris memastikan bahwa pedoman ini akan terus ditinjau seiring dengan munculnya bukti-bukti ilmiah terbaru. Untuk saat ini, pesan bagi keluarga di Inggris sudah jelas: batasi layar, perbanyak interaksi, dan jadilah teladan sebelum teknologi mengambil alih ruang tumbuh kembang anak.***

Editor : Alysa

Sumber : detik.com