
NARASITODAY.COM, JAKARTA – Di ruang bersejarah Gedung Pancasila, Jakarta Pusat, sebuah visi lama yang penuh potensi kembali diletakkan di atas meja. Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Singapura kini memasuki babak baru yang lebih dinamis, ditandai dengan rencana penghidupan kembali konsep “Segitiga Emas” ASEAN atau kerja sama SIJORI (Singapore-Johor-Riau Islands).
Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri RI Sugiono pada Selasa (12/5/2026), secara eksplisit mengutarakan niatnya untuk mempererat integrasi ekonomi antara Singapura, Indonesia, dan Malaysia.
Motor Pertumbuhan Baru di Selat Malaka
SIJORI bukanlah konsep baru. Pada era 1990-an, wilayah ini menjadi primadona ekonomi subregional yang menyatukan modal serta jasa dari Singapura dengan kekuatan industri dan tenaga kerja di Johor serta Kepulauan Riau. Kini, konsep tersebut dinilai sangat relevan untuk menghadapi ketidakpastian geopolitik global.
“Kami juga mencari peluang agar Singapura dan Indonesia dapat bekerja lebih erat dengan Malaysia. Misalnya untuk memperbarui kerja sama Singapore-Johor-Riau Islands atau SIJORI,” ujar Vivian di hadapan awak media.
Bagi Vivian, revitalisasi ini bukan sekadar nostalgia ekonomi, melainkan strategi untuk memperkuat konektivitas transportasi, transformasi digital, hingga pengembangan energi hijau yang menjadi wajah masa depan ASEAN.
“Ini adalah kemitraan yang saya yakini dapat memberikan manfaat luar biasa bagi ketiga negara,” lanjutnya menekankan potensi besar kerja sama trilateral tersebut.
Kerja sama ini berdiri di atas fondasi hubungan bilateral yang kokoh. Selama lebih dari satu dekade, Singapura konsisten menduduki posisi sebagai investor asing terbesar bagi Indonesia. Proyek-proyek seperti Nongsa Digital Park di Batam dan Kawasan Industri Kendal di Jawa Tengah menjadi bukti fisik dari kepercayaan tersebut.
Vivian menegaskan bahwa angka investasi yang terus mengalir adalah representasi jujur dari optimisme Singapura terhadap masa depan ekonomi Indonesia.
“Ini bukan sekadar kata-kata. Ikuti saja aliran investasinya. Fakta bahwa kami terus menanamkan investasi adalah bentuk keyakinan terhadap potensi Indonesia,” tegasnya.
Menjaga Urat Nadi Perdagangan Dunia
Selain ekonomi, stabilitas keamanan di jalur pelayaran internasional seperti Selat Malaka dan Selat Singapura turut menjadi sorotan. Di tengah memanasnya situasi di Timur Tengah yang mengancam pasokan energi dunia, kolaborasi Indonesia, Singapura, dan Malaysia dalam menjaga keamanan jalur laut menjadi krusial.
Terlihat dari bagaimana Vivian menggambarkan hubungan kedua negara layaknya sahabat yang saling bahu-membahu melintasi badai, mulai dari pandemi hingga krisis global lainnya.
“Kami telah berdiri bersama dalam masa-masa baik maupun sulit. Kami saling mendukung dan akan melewati krisis ini bersama,” ungkapnya hangat.
Menutup pernyataannya, Vivian meyakini bahwa jika tiga negara ini berhasil menjaga stabilitas dan memajukan kerja sama SIJORI, dunia akan melihat kawasan ini sebagai standar emas kolaborasi internasional.
“Keberhasilan kerja sama di kawasan ini bisa menjadi contoh positif bagi kawasan lain di dunia,” tutup Vivian Balakrishnan.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com













