Orang Tua Siswa SMAN 2 Cileungsi Keberatan atas Pungutan Rp2,6 Juta untuk Makan Siang Guru

0
Pungutan di SMAN 2 Cileungsi Jadi Sorotan, Apakah Sekolah Melebihi Kewenangan?

NARASITODAY.COM Sejumlah orang tua siswa kelas 10 di SMAN 2 Cileungsi, Kabupaten Bogor, mengeluhkan pungutan biaya tambahan yang dibebankan oleh pihak sekolah. 

Mereka diminta membayar sebesar Rp2,6 juta per tahun untuk kebutuhan makan siang guru, pembelian pendingin ruangan (AC), dan penambahan daya listrik sekolah.

Sebanyak 387 orang tua murid menyatakan keberatan dan meminta klarifikasi dari komite sekolah terkait pungutan tersebut. Salah satu orang tua siswa, Marlon Sirait, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kebijakan ini.

Baca Juga :  Anak Sering Bilang Terima Kasih? Ini 5 Hal Baik yang Sedang Tumbuh dalam Dirinya

Orang tua yang tidak mampu sangat prihatin karena ketua komite terkesan memaksa kami melakukan pungutan Rp2,65 juta per orang tua siswa, salah satunya untuk makan siang guru secara gratis di SMAN 2 Cileungsi,” ungkap Marlon.

Sementara, sambung Maelon presiden Prabowo Subianto justru memberikan makan siang gratis kepada anak-anak, tapi ini malah sebaliknya.

Baca Juga :  Presiden Prabowo: Ambisi Dua Periode Harus Disimpan dalam Hati, Fokus pada Kinerja

Menanggapi keluhan tersebut, Ketua Komite SMAN 2 Cileungsi, Astar Lambaga, memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa program tersebut merupakan hasil usulan dari pihak sekolah berdasarkan kebutuhan dan masukan dari orang tua siswa.

“Program yang dijalankan oleh komite merupakan usulan dari sekolah dengan mempertimbangkan kebutuhan dan aspirasi orang tua siswa serta anak didik. Selain itu, program tersebut tidak dapat dibiayai melalui dana BOS maupun BOPD,” jelas Astar.

Baca Juga :  Apa Saja 5 Dampak Fisik dan Emosional ketika Berhenti Menyusui?

Meski demikian, sejumlah orang tua siswa mengaku sudah terlanjur kecewa dan meminta Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk turun tangan dan mengevaluasi kebijakan pengelola sekolah.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Pendidikan belum memberikan tanggapan terkait polemik ini. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel