78 Orang Tewas akibat Perang Geng di Haiti, Pasukan Multinasional Mulai Dikerahkan

0
78 orang
di tengah bentrokan antargeng bersenjata di wilayah Port-au-Prince, Haiti, yang menewaskan puluhan orang dan memicu krisis kemanusiaan.Foto : bbc.com

NARASITODAY.COM, PORT-AU-PRINCESuara rentetan tembakan kembali memecah keheningan di pinggiran ibu kota Haiti, Port-au-Prince. Pertempuran sengit antarkelompok geng bersenjata yang pecah sejak Sabtu, 9 Mei 2026, dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 78 orang. Data mengerikan ini dirilis resmi oleh Kantor PBB di Haiti (BINUH) di tengah kondisi negara Karibia tersebut yang kian karam dalam pusaran anarki kelompok kriminal.

Eskalasi kekerasan mematikan ini berpusat di wilayah komune Cite Soleil dan Croix-des-Bouquets. Di antara puluhan korban jiwa yang berjatuhan, 10 orang di antaranya terkonfirmasi merupakan warga sipil yang terjebak di garis depan pertempuran.

“Bentrokan bersenjata antara beberapa geng di komune Cite Soleil dan Croix-des-Bouquets telah menyebabkan sedikitnya 78 orang tewas dan 66 luka-luka sejak 9 Mei,” tulis pernyataan BINUH, mengutip laporan dari AFP.

Baca Juga :  Pedagang Pasar Ciluar Mengeluh Pendapatan Menurun Akibat Kenaikan Harga Bahan Pokok

Haiti, yang menyandang status sebagai negara termiskin di kawasan Karibia, kini berada dalam cengkeraman kekerasan geng yang sistematis. Kondisi sosial dan keamanan di sana dilaporkan terus merosot tajam selama dua tahun terakhir tanpa tanda-tanda pemulihan.

Kota yang Terperangkap dalam Ketakutan

Di balik angka-angka statistik kematian, ada ribuan nyawa yang terombang-ambing. Gelombang pertempuran sejak akhir pekan lalu telah memaksa sekitar 5.300 warga mengemas barang seadanya dan mengungsi demi menyelamatkan diri.

Namun, tidak semua orang beruntung bisa melarikan diri. Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan, masih banyak keluarga yang terjebak di dalam rumah mereka, gemetar ketakutan di tengah zona konflik yang dihujani peluru.

Imbas dari perang jalanan ini juga melumpuhkan fasilitas vital masyarakat. Layanan kesehatan di wilayah tersebut runtuh total setelah sebuah rumah sakit setempat dan fasilitas kesehatan milik organisasi kemanusiaan Doctors Without Borders (MSF) terpaksa menghentikan operasional mereka. Sebelum seluruh staf medis dievakuasi demi keselamatan, mereka sempat menggambarkan betapa kritis dan berdarahnya situasi di lapangan.

Baca Juga :  Kritik Terhadap Pernyataan Jubir Istana Terkait Teror Kepala Babi: Arogansi atau Canda?

“Doctors Without Borders melaporkan bahwa 40 korban luka tembak dirawat di rumah sakit dalam waktu kurang dari 12 jam,” bunyi laporan medis tersebut.

Titik Didih Konflik dan Harapan dari Pasukan Internasional

Wilayah Cite Soleil dan Croix-des-Bouquets memang telah lama berubah menjadi ladang pembantaian. Berdasarkan catatan BINUH, akumulasi korban jiwa dalam beberapa bulan terakhir di kedua wilayah panas tersebut telah mencapai angka yang sangat mengkhawatirkan.

BINUH mengatakan pada hari Kamis bahwa antara 5 Maret dan 11 Mei setidaknya 305 orang tewas dan 277 terluka di Cite Soleil dan Croix-des-Bouquets,” lanjut lembaga PBB tersebut.

Baca Juga :  Kim Jong Un Tegaskan "Perisai Nuklir yang Dapat Diandalkan" untuk Pertahankan Negara

Meski mayoritas korban yang tewas merupakan anggota kelompok geng yang saling bertikai, masyarakat sipil termasuk perempuan dan anak-anak yang tidak berdosa tetap menjadi pihak yang paling menderita dan menanggung dampak psikologis serta fisik terbesar.

Sebagai upaya darurat untuk meredam krisis kemanusiaan ini, sebuah pasukan anti-geng multinasional bentukan global kini mulai diterjunkan ke lapangan. Kehadiran mereka diharapkan mampu menyokong kepolisian Haiti yang selama ini kalah jumlah dan kekurangan sumber daya.

Hingga saat ini, kontingen pertama yang berkekuatan 400 personel militer asal Chad telah mendarat di Port-au-Prince. Guna memperkuat komando di lapangan, kepemimpinan pasukan internasional ini kini juga diperkuat oleh kehadiran perwira tinggi militer dari Mongolia.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com