Petaka Kerja di Fasilitas Kapal Terapung Milik Petronas Tewaskan Tiga Pekerja

0
fasilitas kapal
Ilustrasi Kapal Terapung Petronas.Foto : petronas.com

NARASITODAY.COM, KUALA LUMPUR – Suasana kerja di fasilitas kapal penyimpanan dan bongkar muat terapung (floating storage and offloading/FSO) milik raksasa energi Malaysia, Petronas, mendadak berubah mencekam. Sebuah kecelakaan kerja fatal terjadi di FSO Sepat yang tengah beroperasi di lepas pantai Terengganu, Malaysia, pada Minggu (24/5/2026) siang. Insiden maut ini merenggut nyawa tiga orang pekerja dan menyebabkan satu orang lainnya terluka parah.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.50 waktu setempat, di tengah laut yang jauh dari daratan. Para pekerja awalnya sedang melakukan aktivitas rutin berupa perawatan sekoci penyelamat (lifeboat maintenance). Namun, prosedur keselamatan yang biasa dijalankan justru berubah menjadi tragedi ketika sistem penahan sekoci diduga mengalami kegagalan fungsi.

Baca Juga :  Inggris Tuduh Kremlin di Balik Kematian Navalny, Racun Katak Panah Jadi Senjata

Dalam rilis resminya yang dikeluarkan pada Senin, Petronas mengonfirmasi terjadinya musibah tersebut dan dampak fatal yang dialami para pekerjanya.

“Tiga pekerja dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit, sementara satu pekerja lainnya telah dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis dan masih dalam observasi,” tulis manajemen Petronas dalam pernyataan resminya seperti dikutip dari Reuters.

Hingga saat ini, perusahaan minyak nasional Malaysia tersebut masih menutup rapat informasi mengenai identitas para korban, baik yang meninggal dunia maupun yang tengah dirawat, serta belum menjabarkan detail teknis kerusakan di lapangan.

Baca Juga :  Kadar Karbon Monoksida Tinggi Sebabkan Kecelakaan di Tambang, Empat Korban Meninggal dan Puluhan Pekerja Terjebak

Terhempas ke Laut dari Ketinggian

Meski pihak korporasi belum membuka detail kronologi, titik terang mengenai penyebab kecelakaan diungkapkan oleh kepolisian setempat. Kantor berita nasional Malaysia, Bernama, melaporkan bahwa petaka bermula saat para pekerja sudah berada di dalam sekoci.

Rencananya, sekoci tersebut akan diturunkan secara perlahan dari platform FSO menuju permukaan air laut untuk keperluan pengecekan. Nahas, saat proses penurunan berlangsung, tali baja (wire) atau pengait utama yang menghubungkan sekoci dengan kapal mendadak terlepas. Akibatnya, sekoci beserta para pekerja di dalamnya langsung terhempas jatuh ke laut lepas.

Baca Juga :  Penghormatan Terakhir untuk Bunda Iffet, Ibu dari Drummer Slank Bimbim

Petronas menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam atas kejadian ini. Proses penyelidikan mendalam sedang digulirkan untuk mengusut tuntas mengapa sistem pengait sekoci darurat tersebut bisa terlepas.

“Investigasi atas penyebab insiden masih berlangsung dengan koordinasi bersama pihak berwenang terkait,” lanjut pernyataan dari Petronas. Operasi di fasilitas FSO Sepat sendiri saat ini dipastikan berada di bawah pengawasan ketat demi memastikan standar keselamatan kerja pasca-insiden.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber