Tragis, Gadis Yatim Piatu di Bogor Dibunuh Teman Lama dan Dilempar dari Atas Tol BORR

0
Bandung
Ilustrasi sebuah kaki mayat.(Foto : Istock)

NARASITODAY.COM, BOGOR – Aspal dingin Jalan Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanahsereal, Kota Bogor, menjadi saksi bisu berakhirnya hidup AA (25) secara tragis pada Sabtu (23/5/2026) dini hari. Perempuan muda tersebut ditemukan tergeletak tak bernyawa dengan kondisi mata tertutup seutas kain dan luka sayatan senjata tajam di bagian leher.

Siapa sangka, beberapa jam sebelum jasadnya ditemukan di bawah kolong jalan layang, AA sempat pamit kepada keluarganya pada Jumat malam sekitar pukul 22.00 WIB hanya untuk sekadar keluar meminum kopi. Namun, pertemuan malam itu justru berubah menjadi petaka di tangan orang yang ia percaya sebagai teman lama.

Aparat kepolisian bergerak cepat. Kurang dari 24 jam setelah jasad korban ditemukan, tim gabungan Polresta Bogor Kota dan Polda Jawa Barat berhasil meringkus pelaku setelah melalui aksi pengejaran yang dramatis di jalur bebas hambatan.

“Pelaku sudah kita amankan dan sudah kita tetapkan tersangka, beserta barang bukti juga sudah kita amankan,” tegas Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Bagus Azi Lesmana Putra, Minggu (24/5/2026).

Baca Juga :  Jasa Marga Imbau Pengguna Tol Jagorawi Perhatikan Rekayasa Lalu Lintas Selama Libur Lebaran

Detik-Detik Rekaman CCTV yang Memilukan

Aksi keji pelaku sempat terekam kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi dan mendadak viral di jagat maya. Dalam rekaman tersebut, sebuah mobil merah tampak menepi di atas Jalan Tol layang Bogor Outer Ring Road (BORR).

Seorang pria kemudian keluar dari pintu kiri depan sambil membopong tubuh AA yang sudah tidak berdaya. Tanpa rasa kemanusiaan, pelaku langsung melempar tubuh gadis malang itu dari atas pembatas jalan tol layang hingga terhempas ke Jalan Sholeh Iskandar yang berada tepat di bawahnya. Setelah melakukan aksi tersebut, pelaku kembali masuk ke mobil dan memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Rio Wahyu Anggoro, membenarkan keabsahan rekaman video yang beredar luas di masyarakat tersebut.

“Bener (rekaman CCTV korban dilempar dari Tol BORR) suatu kesatuan, sama kejadian penangkapan yang viral di jalan tol,” ujar Rio.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut di Jalan Raya Bogor-Jasinga, Pengendara Motor Tewas Tergilas Truk

Kejar-kejaran di Jalan Tol

Pelarian tersangka tidak berlangsung lama. Aparat yang mengidentifikasi mobil korban langsung melakukan pengejaran di ruas jalan tol. Meski polisi telah memberikan peringatan keras melalui pengeras suara agar pelaku menyerah, tersangka justru semakin menginjak pedal gas dalam-dalam demi meloloskan diri.

Aksi nekat pelaku berakhir setelah mobil merah yang dikemudikannya kehilangan kendali dan terguling di jalur darurat tol. Dalam kondisi mobil yang ringsek itulah, polisi langsung menyergap dan membekuk tersangka.

Kompol Bagus Azi menambahkan bahwa detail motif dan kronologi lengkap akan dibeberkan secara transparan kepada publik. “Benar korban dilempar (oleh pelaku) dari atas tol ke bawah (ke Jalan Sholis). Cukup ya, lengkapnya kita sampaikan saat press release besok,” ungkap Azi.

Korban Merupakan Gadis Mandiri dan Pekerja Keras

Di mata keluarga, kepergian AA meninggalkan duka mendalam yang menyayat hati. Pihak keluarga juga menepis rumor yang beredar bahwa pelaku adalah kekasih korban. Hubungan keduanya murni merupakan teman sekolah yang sudah lama tidak bersua.

Baca Juga :  Pagi Mencekam di Tol Jagorawi, Tiga Kendaraan Tabrakan Beruntun Tanpa Korban Jiwa

“Kalau pelaku dengan almarhum itu teman sekolah, berarti dia bukan pacar. Sekali lagi, dia bukan pacar, dia cuma teman. Sama dengan saya, kalau ketemu teman sekolah, kalau reuni, ya namanya orang teman, komunikasi, terus nyambung,” tutur Syamsudin (52), paman sekaligus ayah angkat yang merawat AA sejak kecil.

Syamsudin meyakini keponakannya tidak memiliki masalah personal apa pun dengan pelaku. AA sendiri merupakan seorang anak yatim piatu yang tangguh. Sejak kedua orang tuanya tiada, ia berjuang keras membiayai hidup dan pendidikannya secara mandiri.

“Almarhumah pekerja keras, saya mendidik dia dari kecil sampai SMA, habis itu dia bekerja sambil kuliah. Lulus sarjana S-1 sambil kerja. Sampai sekarang dan sama rekan-rekan kerjanya itu dia dikenal dermawan. Apalagi keluarga,” kenang Syamsudin dengan suara berat, mengingat perjuangan anak angkatnya yang kini telah tiada.***

Editor : Alysa

Sumber : cnnindonesia.com