Rudal Hellfire AS Hantam Tanker Botswana di Tengah Sinyal Damai Trump

0
Jepang
Ilustrasi Kepadatan kapal kargo yang menghambat lalu lintas maritim di Selat Hormuz.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, TELUK ARABMiliter Amerika Serikat mengumumkan telah melumpuhkan sebuah kapal tanker minyak berbendera Botswana yang berusaha berlayar menuju pelabuhan Iran di Teluk Arab. Insiden ini terjadi di tengah upaya diplomatik pemerintahan Presiden Donald Trump untuk menormalkan hubungan dan mengakhiri konflik berkepanjangan dengan Teheran.

Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan bahwa sebuah rudal Hellfire ditembakkan ke ruang mesin kapal tersebut pada hari Selasa setelah awak kapal berulang kali mengabaikan peringatan dari pasukan AS.

Dalam pernyataannya melalui media sosial X, CENTCOM menjelaskan bahwa kapal bernama M/T Lexie, yang berstatus kosong dan berbendera Botswana, menjadi target operasi.

“Pasukan AS melumpuhkan sebuah kapal tanker minyak kosong yang berusaha berlayar menuju pelabuhan Iran di Teluk Arab pada 2 Juni. CENTCOM menegakkan langkah-langkah blokade terhadap M/T Lexie saat kapal itu melintasi perairan internasional menuju Pulau Kharg,” tulis CENTCOM.

Baca Juga :  Cuaca Ekstrem di Labuan Bajo, Pemerintah Prioritaskan Keselamatan dengan Melarang Kapal Wisata Berlayar

Menurut pernyataan resmi, meskipun sudah diberikan sejumlah peringatan selama 24 jam, awak kapal tidak mematuhi instruksi yang diberikan. “Pihak awak kapal mengabaikan peringatan berulang kali dan gagal mematuhi arahan pasukan AS beberapa kali dalam periode 24 jam,” tambah CENTCOM.

Setelah upaya diplomatis dan peringatan tidak diindahkan, militer AS mengambil langkah tegas. Sebuah pesawat militer dilibatkan dalam operasi tersebut, dan rudal Hellfire ditembakkan ke ruang mesin kapal, sehingga mencegah kapal tersebut mencapai tujuan di Iran.

Baca Juga :  Muffin Tradisional Iran! Resep Cake Yazdi yang Harum dan Lembut, Cocok Untuk Teman Teh

“Ini adalah bagian dari kebijakan blokade maritim yang telah diterapkan Washington terhadap Iran sejak 13 April lalu,” jelas CENTCOM. Mereka menyatakan bahwa selama periode tersebut, enam kapal komersial telah dilumpuhkan dan rute 122 kapal lainnya dialihkan, sementara gencatan senjata antara AS dan Iran masih berlangsung.

Pulau Kharg, yang menjadi destinasi M/T Lexie, merupakan salah satu terminal ekspor minyak utama Iran. Fasilitas ini selama ini menjadi titik utama pengiriman minyak mentah Iran ke pasar internasional, dan penutupan serta pengawasan ketat dari pihak AS menjadi bagian dari tekanan terhadap Iran.

Insiden ini terjadi di tengah suasana politik yang penuh dinamika. Meskipun Washington mengklaim masih membuka jalur diplomasi dengan Iran, tindakan militer terus berlanjut. Pada hari yang sama, Trump mengunggah pesan di platform Truth Social, mendesak Iran agar segera mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat.

Baca Juga :  Puluhan Mahasiswa RI di Harvard Terdampak Kebijakan Trump, DPR Minta Pemerintah Lakukan Lobi

“Saatnya, dengan satu cara atau lainnya, kalian harus membuat Kesepakatan. Kalian telah melakukan ini selama 47 tahun, dan tidak bisa dibiarkan berlanjut lebih lama lagi!” tulis Trump.

Pernyataannya mencerminkan ketegangan yang masih menyelimuti hubungan kedua negara. Di satu sisi, Washington menyatakan niat untuk berdialog, namun di sisi lain, operasi militer terhadap target terkait Iran terus dilakukan, menimbulkan pertanyaan tentang arah hubungan kedua kekuatan besar ini di masa depan.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com