Mata Panas dan Perih? Ini 5 Akar Masalah Utama yang Jangan Kamu Anggap Sepele

0
mata panas
Ilustrasi mata perempuan yang berwarna biru.Foto : Istock

NARASITODAY.COM,JAKARTA – Sensasi mata panas, perih, atau seperti terbakar sering kali dianggap sebagai masalah ringan yang akan hilang dengan sendirinya. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya gangguan pada kesehatan mata yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut.

Di era digital saat ini, paparan layar gadget, polusi udara, hingga kurangnya perawatan mata menjadi faktor yang semakin meningkatkan risiko keluhan tersebut. Jika dibiarkan berlarut-larut, mata panas dan perih dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja, belajar, hingga berkendara.

Berikut lima penyebab utama mata panas dan perih yang sering dialami banyak orang.

1. Mata Kering Akibat Terlalu Lama Menatap Layar

Penggunaan komputer, ponsel, atau tablet dalam waktu lama dapat menyebabkan frekuensi berkedip berkurang. Akibatnya, lapisan air mata yang berfungsi menjaga kelembapan mata menjadi lebih cepat menguap.

Kondisi ini dikenal sebagai mata kering dan sering ditandai dengan rasa panas, perih, gatal, hingga sensasi seperti ada pasir di dalam mata. Keluhan biasanya semakin terasa setelah bekerja berjam-jam di depan layar tanpa jeda.

Baca Juga :  Pelajari! 5 Imbas Serius dari Kebiasaan Lama Ganti Sikat Gigi terhadap Gigi dan Mulut

2. Paparan Debu, Asap, dan Polusi Udara

Lingkungan yang penuh debu, asap kendaraan, atau polusi udara dapat memicu iritasi pada permukaan mata. Partikel-partikel kecil tersebut dapat mengganggu lapisan pelindung mata sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman.

Selain panas dan perih, iritasi akibat polusi sering disertai mata merah, berair, dan keinginan untuk terus mengucek mata. Kebiasaan mengucek mata justru dapat memperparah iritasi yang terjadi.

3. Reaksi Alergi yang Sering Tidak Disadari

Alergi terhadap debu, serbuk sari, bulu hewan, atau produk kosmetik tertentu juga dapat menjadi penyebab mata terasa panas dan perih. Sistem imun akan merespons alergen dengan melepaskan zat yang memicu peradangan pada mata.

Baca Juga :  5 Strategi Menyembuhkan Diri Saat Tidak Ada Orang yang Mengerti Kesedihanmu

Gejala yang muncul biasanya berupa mata merah, gatal, berair, serta pembengkakan ringan di sekitar kelopak mata. Keluhan dapat muncul secara musiman atau saat seseorang terpapar pemicu alergi tertentu.

4. Penggunaan Lensa Kontak yang Tidak Tepat

Lensa kontak yang digunakan terlalu lama, tidak dibersihkan dengan benar, atau sudah melewati masa pakainya dapat menyebabkan iritasi pada mata. Kondisi ini membuat mata menjadi lebih rentan terhadap gesekan dan infeksi.

Pengguna lensa kontak yang mengalami mata panas dan perih sebaiknya segera melepas lensa tersebut dan memberikan waktu bagi mata untuk beristirahat. Jika keluhan berlanjut, pemeriksaan ke dokter mata sangat dianjurkan.

5. Infeksi Mata yang Memerlukan Penanganan Medis

Dalam beberapa kasus, mata panas dan perih bisa menjadi gejala infeksi, baik yang disebabkan oleh bakteri, virus, maupun jamur. Infeksi biasanya disertai gejala lain seperti mata merah yang semakin parah, keluar kotoran mata berlebihan, bengkak, hingga gangguan penglihatan.

Baca Juga :  Rutin Mengkonsumsi Susu Kurma Dapat Memberikan Manfaat Kesehatan yang Menakjubkan

Berbeda dengan iritasi ringan, infeksi mata membutuhkan penanganan yang tepat agar tidak menimbulkan komplikasi yang lebih serius.

Kapan Harus Segera Memeriksakan Diri?

Meskipun banyak kasus mata panas dan perih dapat membaik dengan istirahat dan perawatan sederhana, ada beberapa kondisi yang tidak boleh diabaikan.

Segera konsultasikan dengan tenaga medis jika keluhan berlangsung lebih dari beberapa hari, disertai nyeri hebat, penglihatan kabur, sensitivitas terhadap cahaya, atau keluarnya cairan yang tidak normal dari mata.

Menjaga kesehatan mata dapat dimulai dari langkah sederhana seperti membatasi waktu menatap layar, menggunakan pelindung mata saat berada di lingkungan berdebu, menjaga kebersihan tangan, serta rutin memeriksakan kesehatan mata.

Dengan mengenali penyebabnya sejak dini, risiko gangguan yang lebih serius dapat dicegah dan kesehatan penglihatan tetap terjaga.***

Editor : Alysa

Sumber : idntimes.com