NARASITODAY.COM,JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) secara resmi menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada para jemaah haji Indonesia. Langkah ini diambil menyusul adanya kendala operasional penerbangan yang menyebabkan koper dan barang bawaan jemaah belum tiba bersamaan dengan jadwal kepulangan mereka ke Tanah Air.
Suasana haru biru yang menyelimuti ruang kedatangan bandara di Indonesia sempat diwarnai kebingungan. Raga para jemaah memang sudah menginjakkan kaki di kampung halaman, memeluk erat keluarga yang lama merindu, namun buah tangan dan perlengkapan ibadah mereka justru masih tertinggal ribuan kilometer di tanah suci.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, mengonfirmasi bahwa hingga saat ini pihaknya masih terus menerima laporan mengenai bagasi jemaah yang belum terangkut dari bandara asal di Arab Saudi.
“Atas ketidaknyamanan tersebut kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada para jemaah dan keluarga,” ujar Maria dalam konferensi pers yang digelar pada Minggu (7/6/2026).
Maria menambahkan, pemerintah sangat memahami bahwa bagasi bukan sekadar tumpukan barang biasa, melainkan bagian penting dari perjalanan spiritual ibadah haji yang dinanti-nanti. Oleh karena itu, keterlambatan pengiriman ini diakui sempat memicu kekhawatiran dan rasa waswas, baik bagi jemaah sendiri maupun keluarga yang menjemput.
Koordinasi Intensif dengan Saudi Airlines
Kendati diwarnai kendala teknis, Kemenhaj memastikan bahwa proses penanganan di lapangan terus dipacu. Sejak laporan keterlambatan ini mencuat, Perwakilan Pemerintah Indonesia (PPI) Arab Saudi langsung mengerahkan petugas bandara untuk melakukan koordinasi secara intensif dengan manajemen maskapai Saudi Airlines guna mempercepat pengiriman koper-koper yang tertunda.
Pemerintah menegaskan tidak akan lepas tangan dan terus mengawal pemulangan barang milik jemaah ini dengan serius agar tidak ada barang yang rusak atau hilang.
“PPI Arab Saudi melalui petugas bandara terus berkontak intensif dengan pihak Saudi Airlines untuk mempercepat proses pengiriman bagasi yang belum terangkut. Kami terus mengawal proses ini secara serius sampai seluruh bagasi bisa sampai ke tangan jemaah dengan aman,” jelas Maria.
Jemaah Diimbau Tetap Tenang
Merespons situasi ini, Kemenhaj mengimbau para jemaah haji yang hingga kini koper atau barang bawaannya belum sampai ke rumah agar tetap tenang dan tidak panik.
Pihak otoritas bersama maskapai penerbangan terkait saat ini sedang mengupayakan berbagai jalur percepatan logistik. Hal ini dilakukan agar seluruh sisa bagasi yang tertinggal di Arab Saudi dapat segera diterbangkan ke Indonesia dan langsung disalurkan ke alamat pemiliknya masing-masing.
Di akhir keterangannya, Maria menegaskan kembali komitmen penuh pemerintah untuk menuntaskan persoalan ini secepat mungkin demi kenyamanan para tamu Allah setelah menunaikan rukun Islam kelima.***
Editor : Alysa
Sumber : kontan.co.id














