NARASITODAY.COM,MEKKAH – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Arab Saudi secara resmi mengeluarkan larangan keras terhadap penggunaan bendera, slogan, hingga nyanyian yang bermuatan politik maupun sektarian di seluruh kawasan suci selama berlangsungnya musim Haji 2026.
Dilansir dari Gulf News, Kamis (21/5/2026), otoritas keamanan menegaskan bahwa aturan ketat ini berlaku penuh di wilayah Mekkah, Madinah, serta situs-situs sakral seperti Masjidil Haram, Masjid Nabawi, halaman-halaman sekitarnya, hingga jalur atau jalan-jalan protokol yang menuju ke lokasi tersebut.
Langkah drastis ini diambil pemerintah kerajaan sebagai bagian dari strategi pengendalian kerumunan massa (crowd control) sekaligus peningkatan standar keamanan bagi jutaan jemaah dari seluruh dunia.
Penjagaan Berlapis di Balik Tabir Putih Ihram
Suasana di sekitar pelataran Kabah yang biasanya dipenuhi gema talbiyah kini bersanding dengan kesiapsiagaan tinggi dari aparat pertahanan. Di bawah terik matahari, personel keamanan dengan seragam taktis bersiaga di setiap sudut strategis.
Demi memastikan kelancaran pergerakan dan efektivitas pengelolaan arus jemaah yang mengalir bagai lautan manusia, otoritas juga melarang keras para jemaah untuk membuka, menghalangi, maupun melintasi pembatas (barrier) yang telah dipasang di dalam tempat-tempat suci.
Pengetatan hukum ini sudah mulai dirasakan sejak pintu gerbang memasuki kota suci. Kemendagri Saudi menyebut, setiap jemaah kini wajib menunjukkan dokumen izin haji yang sah (tasrih) kepada petugas keamanan yang berjaga di pos-pos pemeriksaan.
Pemeriksaan digital dan fisik ini menjadi syarat mutlak yang tidak bisa ditawar untuk dapat memasuki dan tinggal di Mekkah serta tempat-tempat suci lainnya selama musim haji tahun ini.
Prioritas Keselamatan Tamu Allah
Pemerintah Arab Saudi menegaskan bahwa pengerahan personel keamanan secara masif di seluruh area Masjidil Haram dan halaman-halamannya murni dilakukan demi menjamin keselamatan serta kenyamanan para tamu Allah.
Dalam situasi padat, para jemaah diharapkan dapat menekan ego kelompok, bekerja sama penuh dengan petugas di lapangan, dan tidak ragu untuk meminta bantuan medis atau penunjuk arah apabila diperlukan.
Upaya memperketat regulasi menjelang puncak ibadah Haji 2026 ini menjadi komitmen serius dari Otoritas Saudi untuk belajar dari evaluasi tahun-tahun sebelumnya. Fokus utama kerajaan pada musim haji kali ini adalah mengatur arus pergerakan manusia secara presisi, mencegah terjadinya kepadatan berlebih yang berisiko fatal, serta mensterilkan kesucian ibadah haji dari segala bentuk kepentingan politik global.***
Editor : Alysa
Sumber : cnnindonesia.com














