Perselisihan Hak Asuh dan Waktu Pertemuan Anak Pasca Perceraian Ruben Onsu dan Sarwendah Makin Memanas

0
Ruben Onsu
Ruben Onsu dan Sarwendah.Foto : grid.id

NARASITODAY.COM,JAKARTA – Gemerlap dunia hiburan, sebuah prahara personal yang menguras emosi tengah dihadapi oleh presenter kondang Ruben Onsu. Perselisihan pascaperceraian antara dirinya dan Sarwendah kini dilaporkan semakin menajam, khususnya terkait realisasi hak asuh dan jatah waktu pertemuan dengan buah hati mereka, Thalia dan Thania.

Meskipun pria berusia 42 tahun itu baru saja melepas rindu dengan menemui anak-anaknya di bandara sesaat sebelum ia bertolak untuk ibadah umrah, pihak Ruben menegaskan bahwa momen singkat tersebut masih jauh dari kata cukup. Pertemuan itu dinilai belum memenuhi esensi hak yang tertuang dalam kesepakatan pascacerai mereka.

Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, meluruskan bahwa kliennya tidak menginginkan pertemuan formalitas yang penuh dengan sorotan kamera, melainkan sebuah ruang privat yang intim bersama darah dagingnya sendiri.

Baca Juga :  Solusi Menghadapi Anak yang Suka Jawab “Gak Tahu”, Terapkan 5 Cara Ini

“Yang diminta oleh Ruben itu adalah dia mendapatkan hak untuk berkumpul bersama anaknya dua, tiga hari dalam satu minggu. Jadi bukan hanya sekadar ketemu beberapa menit di depan publik,” ujar Minola Sebayang dalam wawancara virtual, Kamis (25/6/2026) malam.

Kerinduan Seorang Ayah di Antara Batas Durasi

Bagi seorang ayah, kehangatan pelukan anak tentu tidak bisa digantikan oleh pertemuan kilat di tengah hiruk-pikuk ruang tunggu bandara. Pihak Ruben merasa ada dinding pembatas tidak kasat mata yang menghambat terbangunnya kedekatan emosional dengan anak-anaknya karena durasi waktu yang teramat sempit.

Walau ada rasa kecewa yang mendalam, Ruben mengaku tetap mengapresiasi kebaikan mantan istrinya yang telah memberikan sedikit celah waktu di tengah jadwal keberangkatannya.

Baca Juga :  Kekerasan di Gaza Meningkat, Puluhan Warga Tewas Dalam Serangan Udara Israel Menjelang Pembukaan Perbatasan Rafah

“Pertemuan itu juga harus berkualitas. Makanya selalu ada namanya quality time. Bukan ketika mau berangkat umrah pas-pasan, tapi kami tetap menghargai kesempatan itu, pertemuan itu karena bagaimanapun Ruben bisa bertemu dengan anaknya yang sudah lama tidak ketemu sebelum dia umrah. Tapi bukan bentuk pertemuan yang seperti itu,” kata Minola lagi.

Menanti Titik Terang pada 11 Juli

Minola Sebayang menambahkan bahwa dalam klausul kesepakatan hukum pascacerai yang telah disepakati bersama, jadwal berkumpul antara ayah dan anak ini bersifat fleksibel. Semestinya, perkara ini bisa diatur secara kekeluargaan dengan komunikasi yang baik tanpa harus ada alasan yang mempersulit salah satu pihak.

Baca Juga :  Menikah Hari Ini, Ranty Maria Ungkap Alasan Rayn Wijaya Mantap Dibaptis

Ketegasan pihak Ruben ini didasari atas status hukum dan biologisnya yang tidak akan pernah luntur oleh selembar akta cerai.

“Kewajibannya bukan hanya sekadar say hello, bye, goodbye di airport. Tapi dua, tiga hari berkumpul dalam satu minggu. Ruben itu ayah kandung, lho. Bukan orang asing,” pungkas Minola Sebayang dengan nada getir.

Hingga saat ini, kubu Ruben Onsu tetap pada pendiriannya untuk menagih komitmen tertulis tersebut secara utuh dan adil. Titik terang dari polemik hak asuh ini diharapkan dapat segera tercapai dalam agenda pertemuan khusus antar-kedua belah pihak yang dijadwalkan pada 11 Juli mendatang. Fokus utamanya tidak lain adalah demi masa depan psikologis anak agar tidak kehilangan figur kasih sayang seorang ayah.***

Editor : Alysa

Sumber : detik.com