
NARASITODAY.COM, BOGOR – PT Antam Tbk UBPE Pongkor menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat dengan menghadiri Festival Adat dan Budaya Saba Lembur II yang digelar di Kampung Cibuluh, Desa Kiarasari, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Selasa (7/7/2026).
Kehadiran PT Antam melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) menjadi bentuk dukungan terhadap upaya masyarakat dalam menjaga tradisi leluhur sekaligus mengembangkan potensi wisata berbasis budaya di wilayah Bogor Barat.
CSR Manager PT Antam Tbk UBPE Pongkor, Arif Rahman Saleh, mengatakan Festival Adat dan Budaya Saba Lembur merupakan kegiatan yang memiliki nilai penting karena menjadi wadah pelestarian budaya sekaligus sarana memperkenalkan potensi Kampung Cibuluh kepada masyarakat luas.
“Festival budaya ini merupakan kegiatan yang memang perlu dilestarikan dan didukung oleh seluruh kalangan masyarakat. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya memajukan daerah, khususnya Kampung Cibuluh, agar semakin dikenal oleh masyarakat luas,” ujar Arif.
Ia menegaskan, PT Antam UBPE Pongkor akan terus hadir mendukung berbagai kegiatan positif yang digagas masyarakat, terutama yang berkaitan dengan pelestarian budaya, pengembangan pariwisata, dan pemberdayaan masyarakat.

“Kita akan selalu mendukung kegiatan-kegiatan masyarakat. Salah satunya seperti festival ini, Antam akan selalu hadir sebagai mitra masyarakat dalam mendorong kemajuan daerah,” katanya.
Menurut Arif, dukungan terhadap Festival Adat dan Budaya Saba Lembur II merupakan bagian dari komitmen CSR PT Antam UBPE Pongkor dalam menciptakan hubungan yang harmonis dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Melalui berbagai program sosial, pendidikan, lingkungan, ekonomi, hingga pelestarian budaya, perusahaan berupaya memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Perlu diketahui Festival Adat dan Budaya Saba Lembur II sendiri berlangsung selama tiga hari dengan menampilkan beragam kegiatan, mulai dari pawai dongdang hasil bumi, pertunjukan seni tradisional, hingga ngubek empang yang diikuti ratusan warga.
Kegiatan ini menjadi ajang memperkuat nilai-nilai budaya lokal sekaligus mendorong potensi wisata dan ekonomi masyarakat Desa Kiarasari.***
Wartawan : Andreas













