NARASITODAY.COM, TANGERANG – Kesunyian dini hari di Jalan Raya Kalibaru, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten, mendadak berubah menjadi mencekam pada Kamis (9/7/2026). Sebuah kebakaran hebat melanda pabrik pengolahan plastik di kawasan tersebut, memicu kepanikan luar biasa bagi warga sekitar dan melumat hampir seluruh isi bangunan.
Peristiwa yang terjadi saat sebagian besar warga tengah terlelap itu memaksa para karyawan yang sedang bekerja di dalam pabrik berlarian menyelamatkan diri. Kobaran api yang membubung tinggi ke langit malam kian mengerikan ketika disusul rentetan suara ledakan keras dari dalam area pabrik, membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah karena khawatir api merembet ke tempat tinggal mereka. Banyaknya material plastik yang mudah terbakar membuat si jago merah dengan sangat cepat meluas dan menguasai bangunan.
Komandan Pos Pemadam Kebakaran Pakuhaji, Oni Sahroni, menjelaskan bahwa laporan mengenai amukan api tersebut pertama kali diterima pihak pemadam tepat sekitar pukul 00.00 WIB.
“Objek yang terbakar ini sejenis pabrik pengolahan plastik. Alhamdulillah, api tidak merambat ke permukiman warga,” ujar Oni saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.
Penyebab Masih Misteri
Guna menjinakkan kobaran api yang kian ganas, petugas menjerahkan armada tempur sebanyak 13 unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi. Kendati api begitu besar, petugas sedikit terbantu oleh posisi geografis pabrik yang menguntungkan proses pemadaman. Oni menambahkan bahwa pasokan air relatif melimpah karena lokasi pabrik berada di dekat aliran Sungai Cisadane.
Hingga pukul 02.00 WIB, petugas pemadam masih harus berjibaku di tengah kepulan asap hitam pekat untuk memastikan sisa-sisa bara api benar-benar padam. Terkait pemicu utama kebakaran, pihak kepolisian hingga kini masih melakukan penyelidikan intensif.
“Penyebab kebakaran belum diketahui karena saat kami tiba api sudah membesar,” kata Oni menjelaskan mengapa sumber awal titik api belum dapat dipastikan.
Korban Jiwa Nihil
Meski menghanguskan sebagian besar fasilitas produksi pabrik dan sempat memicu situasi dramatis saat evakuasi mandiri para pekerja, otoritas pemadam memastikan tidak ada korban yang terluka maupun meninggal dunia dalam musibah ini.
Kendati demikian, dampak material yang ditinggalkan akibat kebakaran ini sangat besar karena hampir seluruh mesin dan bahan baku plastik hangus tak tersisa.
“Korban jiwa nihil. Untuk luas area yang terdampak masih kami data,” pungkas Oni menutup keterangannya, sembari menambahkan bahwa taksiran kerugian materiil akibat bencana ini diperkirakan menembus angka Rp2 miliar.***
Editor : Alysa
Sumber : cnnindonesia.com














