NARASITODAY.COM, ALMERIA – Niat hati melarikan diri dari kepungan asap dan api, belasan orang justru terjebak dalam pelukan maut. Kebakaran hutan dahsyat yang melanda wilayah Andalusia, Spanyol selatan, dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 12 orang dan menyebabkan 23 lainnya hilang. Tragisnya, mayoritas korban tewas saat mencoba menerobos kobaran api dengan kendaraan mereka.
Petugas pemadam kebakaran kini tengah berjuang mati-matian mengendalikan salah satu kebakaran paling mematikan dalam sejarah modern Spanyol, melansir laporan Reuters, Sabtu (11/07/2026).
Menurut keterangan Antonio Sanz, kepala bidang kedaruratan wilayah Andalusia pada Jumat (10/07), salah satu korban teridentifikasi sebagai warga lokal Spanyol. Sementara itu, korban tewas lainnya diduga kuat merupakan warga negara asing yang mengabaikan instruksi otoritas untuk tetap berlindung di tempat aman.
Tragedi mengerikan ini berawal ketika para korban berusaha menyelamatkan diri menggunakan mobil pribadi. Namun, embusan angin kencang membuat lidah-lidah api menjalar dengan kecepatan luar biasa, mengepung mereka di sekitar kawasan hutan dekat kota Los Gallardos, Provinsi Almeria.
Empat korban ditemukan tewas mengenaskan di dalam sebuah mobil dengan posisi setir di sebelah kanan, yang mengindikasikan bahwa mereka kemungkinan besar adalah warga negara Inggris.
Sementara delapan orang lainnya ditemukan tak bernyawa di luar kendaraan. Mereka diduga panik, meninggalkan mobil, dan mencoba berlari melintasi rute yang bukan merupakan jalur evakuasi resmi.
“Api menjalar bagaikan bubuk mesiu,” ujar pemimpin wilayah Andalusia, Juan Manuel Moreno, kepada para wartawan, menggambarkan betapa cepat dan rumitnya kebakaran yang sedang mereka hadapi saat ini.
Moreno menambahkan, tongkat-tongkat pendaki yang ditemukan di lokasi kejadian mengindikasikan bahwa beberapa korban hilang kemungkinan adalah para pelancong yang terjebak tanpa persiapan di tengah rimbunnya hutan.
Kondisi ini membangkitkan memori kelam tragedi Portugal pada Juni 2017 silam, di mana gelombang panas memicu kebakaran yang menewaskan lebih dari 60 orang separuhnya terpanggang di dalam mobil mereka sendiri.
Bumi Spanyol yang Mengering Lebih Cepat
Serangan gelombang panas yang datang lebih awal di tahun 2026 telah mengubah vegetasi hijau Spanyol menjadi hamparan ranting kering yang mudah terbakar. Berdasarkan data Sistem Informasi Kebakaran Hutan Eropa, sekitar 57.000 hektare lahan hutan di Spanyol telah lumat dilahap api sepanjang tahun ini. Angka tersebut mencakup 40% dari total luas lahan yang terbakar di seluruh Uni Eropa.
“Biasanya kami tidak melihat kebakaran seperti ini hingga bulan Agustus. Kebakaran kini mulai terjadi lebih awal karena vegetasi mengering lebih cepat,” keluh Roman Garcia, seorang petugas pemadam kebakaran hutan asal Salamanca, saat diwawancarai stasiun televisi negara TVE.
Krisis ini terjadi hanya setahun setelah rekor kelam Agustus lalu, ketika kebakaran menghanguskan 330.000 hektare lahan di Spanyol. Perdana Menteri Pedro Sanchez, yang sebelumnya sempat mengakui bahwa sistem pencegahan di negaranya “jelas tidak memadai”, langsung menyampaikan belasungkawa mendalam atas tragedi terbaru ini pada Jumat (11/07).
Kecemasan Global dan Isu Kabel Listrik
Kini, proses identifikasi jenazah terpaksa mengandalkan tes DNA karena kondisi fisik korban yang hangus terbakar. Di jagat maya, forum-forum lokal dan media sosial dibanjiri oleh pesan-pesan cemas dari keluarga korban di berbagai belahan dunia.
Seorang ibu dari Irlandia melaporkan putrinya yang mengendarai mobil Ford Fiesta merah hilang tanpa kabar, sementara seorang warga AS mengkhawatirkan saudaranya yang terakhir kali diketahui mencoba lari melintasi lembah sungai.
Mengenai pemicu bencana, dugaan awal mengarah pada putusnya kabel listrik yang jatuh ke parit tepi jalan. Namun, Endesa perusahaan utilitas setempat membantah tuduhan tersebut dan mengeklaim jalur kabel tersebut tidak dialiri arus listrik saat kejadian.
Di tengah duka yang menyelimuti, ketakutan mendalam juga dirasakan oleh warga ekspatriat di desa Bedar yang nyaris dilalap api. Sambil menahan tangis, Wali Kota Bedar, Angel Collado, mengungkapkan kesedihannya di layar kaca.
“Mereka adalah warga Inggris dan Belgia. Saya bahkan pernah memimpin upacara pernikahan beberapa dari mereka. Saya merasakan kesedihan dan kepedihan yang mendalam,” ungkap Angel Collado di saluran TVE.
Jumlah korban tewas dalam insiden ini telah melampaui tragedi kebakaran Guadalajara tahun 2005 yang merenggut nyawa 11 petugas damkar. Menatap kalender, pemerintah Spanyol sadar cobaan ini masih jauh dari kata selesai.
“Masih ada musim panas yang panjang di depan mata,” pungkas Juan Manuel Moreno memperingatkan.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com














