Zelenskyy Copot Menteri Pertahanan Fedorov dalam Perombakan Kabinet Besar

0
Zelenskyy
Presiden Volodymyr Zelenskyy.Foto : tsn.ua/

NARASITODAY.COM, KYIV Sirine udara yang masih kerap meraung di langit Kyiv, sebuah guncangan besar justru datang dari dalam Istana Kepresidenan Ukraina. Presiden Volodymyr Zelenskyy secara resmi mencopot Menteri Pertahanan Mykhailo Fedorov dalam sebuah perombakan (reshuffle) kabinet besar-besaran.

Langkah berani ini seketika memicu gelombang protes dan penolakan keras, tidak hanya dari kelompok masyarakat sipil domestik, tetapi juga dari sejumlah mitra internasional yang menilai Fedorov adalah sosok vital yang seharusnya dipertahankan.

Pamitnya Sang Arsitek Reformasi Militer

Yang emosional sangat terasa saat Fedorov (35) mengumumkan pengunduran dirinya melalui saluran Telegram pribadi. Pria muda yang dinilai sukses membawa angin segar ke dalam tubuh militer Ukraina yang birokratis itu pamit dengan kepala tegak, setelah enam bulan masa jabatan yang penuh dengan gebrakan dan perang melawan korupsi internal.

“Merupakan kehormatan besar untuk melayani rakyat Ukraina,” tulisnya, seperti dikutip The Guardian, Kamis (16/7/2026).

Selama setengah tahun kepemimpinannya, Fedorov mengukir catatan impresif. Ia memaparkan keberhasilannya dalam memutus akses jaringan Starlink yang sempat disalahgunakan oleh pasukan Rusia.

Baca Juga :  Irak Temukan Uang Tunai Rp251 Miliar Tersembunyi di Dinding Rumah Wakil Menteri Perminyakan

Di bawah arahannya, pengadaan drone tempur Ukraina melesat cepat, secara efektif melumpuhkan jalur logistik lawan, dan mengisolasi wilayah Krimea yang diduduki Moskow.

Lebih dari itu, reformasi radikal pada sistem pengadaan militer yang ia luncurkan diklaim berhasil menyelamatkan anggaran negara hingga “miliaran dolar” atau setara puluhan triliun rupiah dari praktik korupsi.

Bahkan, seolah memberikan kado perpisahan yang manis bagi negaranya, Fedorov mengungkapkan keberhasilan uji coba rudal balistik terbaru Ukraina tepat di hari terakhirnya menjabat.

“Kami secara fundamental merevisi persyaratan teknis dan mencapai akurasi maksimum. Kami mengurangi biaya sebesar 30%. Ukraina akan memasuki liga baru,” ujarnya dengan nada optimistis.

Masa kepemimpinan Fedorov memang bertepatan dengan meningkatnya daya pukul militer Ukraina. Dalam beberapa bulan terakhir, Kyiv sangat agresif melancarkan serangan drone jarak jauh yang berhasil menghantam kilang-kilang minyak jauh di dalam wilayah Rusia, sebuah strategi yang secara nyata mengganggu pasokan bahan bakar Moskow.

Baca Juga :  Dukungan Amerika dan Eropa Untuk Jaminan Keamanan Ukraina di Tengah Negosiasi Damai

Pucuk Pimpinan yang Bergoyang

Hingga saat ini, teka-teki mengenai nasib politik Fedorov selanjutnya masih belum terjawab. Pergantian posisinya terjadi bersamaan dengan momentum mundurnya Perdana Menteri Yulia Svyrydenko yang telah direstui parlemen Ukraina.

Zelenskyy berkilah bahwa perombakan ini adalah bentuk “penyegaran” yang dibutuhkan pemerintahan. Nama Kepala Perusahaan Energi Naftogaz, Serhiy Koretskyi, kini santer disebut sebagai kandidat kuat pengisi kursi perdana menteri yang baru.

Kendati demikian, keputusan mendepak Fedorov dari kursi pertahanan menuai kritik tajam dari orang-orang terdekatnya. Mantan ajudan Fedorov, Serhii Sternenko, menyayangkan keputusan politik ini karena menghentikan reformasi yang sedang berjalan di tengah jalan.

“Sangat disayangkan negara kita saat ini semakin jauh dari kemenangan. Reformasi nyata bahkan belum diizinkan untuk dimulai, meskipun kita masih berhasil melakukan banyak perubahan,” katanya, sembari menuding adanya sabotase berupa penundaan yang disengaja dan hambatan birokrasi dari pihak tertentu.

Baca Juga :  Sekretaris Kabinet Ungkap Hasil Pertemuan Presiden Prabowo dengan Mantan Menlu dan Pimpinan DPR

Ketidakpuasan juga menggema dari kursi parlemen. Politisi oposisi Iryna Gerashchenko secara terbuka mempertanyakan logika di balik keputusan presiden sebelum pencopotan itu diumumkan resmi.

“Bagaimana mungkin satu-satunya penunjukan Zelenskyy yang masuk akal, Menteri Fedorov, berada dalam ketidakpastian hari ini?” serunya di hadapan sidang parlemen.

Gelombang kekecewaan pun tumpah ke media sosial, di mana ribuan warganet Ukraina menyayangkan hilangnya sosok berintegritas dari kabinet. Mengamini keresahan publik, Wakil Direktur lembaga think tank Politika, Artem Bronzhukov, menilai langkah merombak pos menteri pertahanan di tengah situasi perang yang berkecamuk sebagai kebijakan yang sangat berisiko dan tidak lazim.

“Hasilnya terlihat jelas dalam serangan jarak menengah. Dengan latar belakang ini, ada kepercayaan yang besar pada Mykhailo Fedorov. Ia didukung oleh mitra Barat kita dan oleh bagian masyarakat yang progresif,” pungkas Bronzhukov saat diwawancarai Radio NV.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com