Minim Murid Baru di SMPN 13 Parepare Jadi Tantangan Sekolah Menengah

0
13 Parepare
Ilustrasi Ruang kelas kosong dengan banyak kursi kayu.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, PAREPARESuasana tahun ajaran baru 2026/2027 di SMP Negeri 13 Parepare, Sulawesi Selatan, terasa sangat berbeda. Alih-alih dipenuhi keriuhan ratusan remaja dengan seragam putih-biru yang baru, lorong-lorong sekolah ini justru diselimuti kesunyian. Fenomena krisis murid baru rupanya tidak lagi memonopoli Sekolah Dasar (SD) negeri, melainkan kini nyata-nyata menjalar ke tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri.

Pihak sekolah mengonfirmasi bahwa hingga masa penerimaan berakhir, jumlah siswa baru yang mendaftar dan bertahan di sekolah ini bahkan tidak sampai menyentuh angka dua digit.

“Untuk saat ini tujuh. Ada tujuh ya, dua putri dan lima putra,” kata Wakil Kepala Sekolah SMPN 13 Parepare, Asiah Idris, kepada wartawan pada Rabu (15/7/2026).

Menyusut Drastis di Tengah Persaingan

Dalam realitas ini menggambarkan betapa terpukulnya kondisi internal sekolah yang terus kehilangan “napas” dari tahun ke tahun. Asiah Idris menerangkan bahwa penurunan jumlah peserta didik pada tahun ajaran baru ini terbilang sangat drastis dan memprihatinkan jika dibandingkan dengan catatan tahun sebelumnya.

Baca Juga :  BPBD Bogor Gerak Cepat Tangani Banjir di Kampung Panjang, Warga Diminta Tetap Waspada

“Tahun lalu kami itu punya siswa baru 22. Kalau yang tahun ini hanya sampai tujuh ya,” ungkapnya lirih.

Berdasarkan analisis pihak sekolah, ada benang merah yang menjadi faktor utama dari sepinya peminat. Penyebab paling krusial adalah menyusutnya jumlah lulusan dari tiga pilar SD/MI yang selama ini menjadi sumber pasokan murid utama bagi SMPN 13 Parepare, yakni MI Labuang, SD Negeri 32, dan SD Negeri 58 Parepare.

Selain faktor demografi lulusan yang mengecil, sekolah pelat merah ini juga harus bertarung di tengah ketatnya persaingan geografis dengan SMP sederajat lain yang lokasinya berdekatan. Ditambah lagi, tren pilihan orang tua zaman sekarang yang lebih condong mengirim anak-anak mereka ke lembaga pendidikan berbasis agama.

Baca Juga :  Kemensos dan PANRB Matangkan Sekolah Rakyat, 53 Lokasi Siap Beroperasi

“Salah satu penyebabnya karena memang alumni dari SD sekitar sekolah kami berkurang. Di sekitar sekolah kami juga ada SMP yang sederajat dan ada juga yang memilih masuk ke pesantren,” jelas Asiah.

Bertahan dan Berinovasi dengan Langkah Mandiri

Meski ruang kelas kini menyisakan banyak bangku kosong, optimisme tidak lantas pudar dari wajah para guru. Pihak sekolah menegaskan tidak akan menyerah pada keadaan dan terus berupaya memoles daya tarik sekolah agar mampu memikat hati calon siswa di masa depan. Fokus mereka kini beralih pada penguatan fasilitas modern dan program non-akademik.

“Kami memperkuat kegiatan ekstrakurikuler, tidak hanya olahraga, tetapi juga drumband dan informatika. Kami juga memiliki Chromebook dan laptop bantuan yang bisa dimanfaatkan siswa sesuai minat mereka,” terangnya.

Saat ini, benteng pertahanan SMP Negeri 13 Parepare secara keseluruhan hanya ditopang oleh total 38 orang siswa yang tersebar di tiga tingkat kelas. Imbasnya, efisiensi ruang sangat kentara di mana masing-masing tingkatan kelas kini hanya memiliki satu rombongan belajar (rombel).

Baca Juga :  Bahas Bullying, Mahasiswa Hukum Unpam Gelar Pkm Di Smk Yapia Parung Bogor

“Untuk sekarang total siswa ada 38 orang, tiga rombel untuk tiga tingkatan,” sebut Asiah.

Fenomena yang terjadi di Parepare ini bukanlah kasus tunggal, melainkan cerminan dari gunung es masalah pendidikan yang sedang melanda berbagai daerah di Indonesia, dari ujung barat hingga ujung timur.

Merespons krisis massal sekolah negeri yang kekurangan murid ini, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyatakan siap turun tangan.

Kementeriannya akan segera membuka ruang diskusi bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk memetakan ulang tata kelola serta mencari solusi konkret atas persoalan layanan pendidikan dasar dan menengah nasional.***

Editor : Alysa

Sumber : cnnindonesia.com