JD Vance Tuduh Ada Upaya Israel Gagalkan Negosiasi AS-Iran

0
JD Vance
Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance.Foto : REUTERS/Kevin Lamarque/POOL

NARASITODAY.COM, WASHINGTONWakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, menuduh sejumlah elemen di dalam pemerintahan Israel sengaja melakukan sabotase untuk menggagalkan pembicaraan damai antara AS dan Iran. Vance menyebut kelompok tersebut sengaja memanipulasi opini publik agar perang di Timur Tengah terus berlanjut tanpa batas waktu.

Tudingan keras tersebut diungkapkan Vance dalam wawancara mendalam di siniar (podcast) The Joe Rogan Experience. Pernyataan ini menjadi kritik paling frontal yang pernah dilayangkan sang Wakil Presiden terhadap pejabat Israel.

“Ada beberapa orang di dalam sistem mereka, yang memanipulasi dan mencoba mengubah opini publik Amerika untuk menjaga agar perang terus berlanjut tanpa batas waktu. Kami tahu tanpa ragu sedikit pun,” kata Vance, seperti dikutip dari The New Arab.

Kampanye Hitam dan Keterlibatan Mantan Staf

Baca Juga :  PWI Kabupaten Bogor Siapkan Safari Jurnalis sebagai Program Unggulan 2026

Vance memaparkan bahwa individu-individu yang terkait dengan tokoh pemerintahan Israel telah merancang kampanye rahasia untuk mengusik dirinya beserta tim negosiator AS. Upaya delegitimasi tersebut dilakukan karena tim pimpinan Vance tengah berupaya mewujudkan kesepakatan damai dengan Iran, sejalan dengan visi Presiden AS Donald Trump.

Operasi tersebut dilancarkan melalui pembocoran informasi kepada media massa hingga serangan terstruktur di media sosial.

“Anda sudah menyaksikan kampanye yang sangat rahasia dan didanai dengan sangat baik untuk menggagalkan negosiasi dan mencoba menggagalkan kesepakatan,” jelas Vance, seperti dikutip dari Al Jazeera.

Lebih lanjut, Vance membongkar bahwa kampanye hitam ini juga memanfaatkan orang dalam di lingkar politik AS yang mendapat bayaran dari pihak asing.

Baca Juga :  Dari Loket Obat hingga RSUD, Wakil Bupati Bogor Pantau Pelayanan Kesehatan

“Sekelompok orang dibayar oleh mantan staf kampanye Trump yang juga dibayar oleh elemen-elemen tertentu di dalam pemerintahan Israel. Dan orang-orang itu menyerang saya dengan kejam,” ungkapnya.

Saat membahas serangan personal tersebut, Vance yang tampak emosional sempat mengumpat dengan geram.

“Pergi sana ke neraka!” ketusnya, seraya menegaskan bahwa ia akan tetap mengambil langkah yang dinilainya benar demi kepentingan rakyat Amerika.

Baca Juga :  China dan Arab Saudi Perkuat Aliansi Strategis, Geser Dinamika Geopolitik Timur Tengah

Eskalasi Ketegangan Diplomatik

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak pemerintah Israel mengenai tuduhan serius yang dilayangkan oleh Wakil Presiden AS tersebut.

Hubungan kedua negara sekutu ini memang sempat menunjukkan ketegangan diplomatik dalam beberapa waktu terakhir. Pada bulan lalu, Vance juga sempat menegur keras pejabat kabinet Israel yang mengkritik taktik diplomasi Washington terhadap Teheran.

Saat itu, ia secara sarkas menyindir bahwa jika dirinya menjadi menteri di Israel, ia tidak akan pernah menyerang satu-satunya sekutu terkuat yang tersisa di dunia.***

Editor : Alysa

Sumber : kontan.co.id