Skandal Ujian PNS Thailand Ungkap Dugaan Perubahan Nilai Elektronik

0
PNS
Ilustrasi Pegawai Negeri.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, BANGKOKRibuan pegawai negeri sipil (PNS) Thailand terancam diskors setelah diduga terlibat dalam skandal kecurangan ujian pengangkatan dan promosi jabatan di lingkungan pemerintahan.

Sebanyak 5.814 PNS ditemukan memiliki indikasi kejanggalan dalam proses ujian yang menjadi syarat pengangkatan maupun kenaikan jabatan. Temuan tersebut terungkap setelah penyelidikan menemukan dugaan praktik suap yang melibatkan sejumlah pejabat.

Dilansir AFP, penyelidikan kasus ini dimulai pada Juni 2026 setelah aparat menemukan adanya aliran dana suap sebesar 800 ribu baht atau sekitar Rp429 juta. Uang tersebut diduga digunakan untuk mengubah hasil ujian secara elektronik agar kandidat tertentu dapat dinyatakan lulus.

Baca Juga :  Kemensos dan BPS Klarifikasi Polemik Perubahan Status Kesejahteraan Data DTSEN yang Pengaruhi Penerima KIP Kuliah

Pejabat Kementerian Dalam Negeri Thailand Unsit Sampuntharat mengatakan, ribuan PNS yang terindikasi terlibat akan menghadapi proses penangguhan sementara hingga komite terkait memberikan keputusan. Keputusan tersebut diperkirakan keluar paling cepat pada Jumat.

“Kerugiannya sangat besar, dan ini tidak adil bagi mereka yang memperoleh jabatannya secara jujur,” kata Unsit.

Sebagai bagian dari penyelidikan, Kementerian Dalam Negeri Thailand juga akan memeriksa sekitar 800 ribu lembar jawaban ujian untuk mengetahui luasnya dugaan manipulasi yang terjadi.

Baca Juga :  Dari Mengurangi Stres hingga Menyembuhkan Penyakit: 5 Manfaat Bunga Anggrek

Dalam pengusutan kasus ini, polisi telah menangkap dua pria dan satu perempuan yang diduga terlibat dalam tindak pidana, termasuk penghancuran dan penyembunyian dokumen resmi. Salah satu tersangka ditangkap setelah sempat melarikan diri ke Laos.

Apabila terbukti bersalah, para tersangka terancam hukuman denda serta pidana penjara hingga lima tahun.

Penangkapan tersebut dilakukan setelah penyelidikan gabungan selama 17 hari yang melibatkan kepolisian dan lembaga antikorupsi Thailand.

Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul turut memberikan tanggapan terhadap kasus tersebut. Ia mengecam dugaan kecurangan dalam ujian PNS sebagai tindakan yang “menjijikkan”.

Baca Juga :  Ganda Campuran Dadakan Indonesia Tumbang Dramatis dari Denmark, Protes Keputusan Umpire

Anutin memperingatkan adanya “lingkaran setan” dalam praktik korupsi, yaitu ketika seseorang memperoleh posisi atau kekuasaan melalui cara ilegal dan kemudian menggunakan jabatan tersebut untuk membuka peluang melakukan korupsi lainnya.

Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut integritas sistem penerimaan dan promosi PNS Thailand. Selama ini, penghasilan PNS Thailand berkisar antara Rp9,5 juta hingga Rp41 juta per bulan, tergantung pangkat dan tingkat jabatan.***

Editor : Alysa

Sumber : cnnindonesia.com