
NARASITODAY.COM, BOGOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mematangkan rencana pengembangan Kabogorbus sebagai layanan transportasi publik berbasis listrik yang terintegrasi dan berkelanjutan. Langkah tersebut dilakukan setelah uji coba operasional layanan bus listrik pada April hingga Juni 2026.
Selama masa uji coba, Kabogorbus mengoperasikan empat unit bus listrik dengan dukungan satu stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU). Layanan tersebut melayani rute Terminal Bojonggede–AEON Mall Sentul yang menghubungkan kawasan permukiman, industri, stasiun KRL, serta pusat kegiatan ekonomi.
Ketua Tim Uji Coba PT Widya Adi Tunggal Transportasi, Werry Yulianto, mengatakan layanan Kabogorbus mendapat respons positif dari masyarakat selama periode pengujian.
“Total penumpang tercatat hampir 28 ribu orang dengan load factor rata-rata 79 persen. Ini menunjukkan minat masyarakat terhadap transportasi umum ramah lingkungan cukup tinggi,” jelas Werry.
Meski mendapat sambutan baik, pengembangan Kabogorbus masih menghadapi sejumlah tantangan operasional. Beberapa kendala yang ditemukan antara lain keterbatasan jumlah armada, kepadatan lalu lintas di kawasan Bojonggede dan Sentul, rendahnya penggunaan transaksi non-tunai, serta keterbatasan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan hasil uji coba tersebut perlu dievaluasi secara menyeluruh sebelum menjadi dasar pengambilan keputusan terkait pengembangan layanan pada 2027.
Evaluasi tersebut mencakup aspek operasional, pembiayaan, kesiapan infrastruktur, kepuasan masyarakat, hingga keberlanjutan layanan. Hasil kajian nantinya akan menjadi bahan penyusunan kebijakan anggaran daerah, termasuk KUA-PPAS dan APBD Tahun 2027.
“Pemerintah Kabupaten Bogor mendukung pengembangan transportasi ramah lingkungan, tetapi efisiensi pembiayaan, kepuasan masyarakat, ketepatan waktu layanan, dan keberlanjutan operasional harus menjadi perhatian utama,” tegas Rudy.
Untuk mendukung operasional bus listrik, Pemkab Bogor menyiapkan sejumlah opsi infrastruktur, termasuk pemanfaatan kawasan Stadion Pakansari sebagai lokasi parkir armada serta kemungkinan penggunaan fasilitas kelistrikan milik pemerintah untuk mendukung pengisian daya.
Selain itu, Pemkab Bogor meminta dilakukan kajian lebih rinci mengenai pola perjalanan penumpang dan keterkaitan Kabogorbus dengan trayek angkutan kota yang sudah tersedia.
Pemerintah daerah menilai integrasi antar moda transportasi menjadi kunci agar Kabogorbus dapat menjadi bagian dari sistem transportasi publik Kabupaten Bogor yang lebih efektif, ramah lingkungan, dan mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat.***
Editor : Alysa
Sumber : Diskominfo Kabupaten Bogor













