NARASITODAY.COM,JAKARTA – Perkembangan teknologi dan media sosial telah memudahkan masyarakat untuk berkomunikasi dan berbagi informasi. Namun, di balik manfaat tersebut, muncul pula ancaman berupa cyber bullying atau perundungan di dunia maya yang dapat berdampak serius terhadap kesehatan mental seseorang.
Komentar negatif, hinaan, penyebaran fitnah, hingga pelecehan melalui media sosial dapat memicu stres, kecemasan, menurunkan rasa percaya diri, bahkan menyebabkan depresi jika dibiarkan berlarut-larut.
Meski demikian, para pakar kesehatan mental mengingatkan bahwa menjadi korban cyber bullying bukanlah akhir dari segalanya. Ada berbagai langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kondisi psikologis sekaligus membangun kembali semangat menjalani aktivitas sehari-hari.
Berikut lima tips yang dapat diterapkan.
1. Jangan Menanggapi Pelaku dengan Emosi
Saat menerima komentar atau pesan yang menyakitkan, hindari membalas dengan amarah. Respons emosional justru sering kali memperpanjang konflik dan memberi kepuasan bagi pelaku. Jika diperlukan, manfaatkan fitur blokir atau laporkan akun yang melakukan perundungan kepada platform media sosial.
2. Batasi Penggunaan Media Sosial
Mengurangi waktu berselancar di media sosial dapat membantu pikiran menjadi lebih tenang. Istirahat sejenak dari dunia digital memberi kesempatan bagi tubuh dan pikiran untuk memulihkan diri dari tekanan akibat komentar atau unggahan yang bersifat negatif.
3. Ceritakan kepada Orang yang Dipercaya
Memendam pengalaman menjadi korban cyber bullying dapat memperburuk kondisi mental. Berbagi cerita kepada keluarga, sahabat, guru, atau orang lain yang dipercaya dapat memberikan dukungan emosional sekaligus membantu menemukan solusi yang tepat.
4. Fokus pada Hal Positif dan Kembangkan Diri
Jangan biarkan komentar negatif menentukan nilai diri. Alihkan perhatian pada kegiatan yang bermanfaat, seperti berolahraga, membaca, mempelajari keterampilan baru, atau menekuni hobi. Aktivitas positif dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri dan menjaga suasana hati tetap baik.
5. Cari Bantuan Profesional Jika Dibutuhkan
Apabila tekanan akibat cyber bullying mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, memicu kecemasan berlebihan, sulit tidur, atau membuat seseorang kehilangan semangat hidup, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Penanganan sejak dini dapat membantu mencegah dampak yang lebih serius.
Selain upaya dari korban, lingkungan digital yang aman juga membutuhkan peran seluruh pengguna media sosial. Menghargai perbedaan pendapat, menghindari ujaran kebencian, serta berpikir sebelum mengunggah komentar merupakan langkah sederhana yang dapat menciptakan ruang digital yang lebih positif.
Cyber bullying memang dapat meninggalkan luka emosional, tetapi pengalaman tersebut tidak harus menentukan masa depan seseorang. Dengan dukungan dari orang-orang terdekat, menjaga kesehatan mental, serta berani mencari bantuan ketika diperlukan, setiap orang memiliki kesempatan untuk bangkit, berkembang, dan tetap percaya pada kemampuan diri sendiri.***
Editor : Alysa
Sumber : idntimes.com














