Jamaah Membeludak Satu Meninggal Dunia Saat Pengajian Akbar di Leuwiliang

0
Ribuan jamaah memadati lokasi Pengajian Akbar yang menghadirkan Ustadzah Halimah Alaydrus di Gedung SBS Premiere Venue, Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jumat (24/7/2026). Kegiatan tersebut diwarnai insiden seorang jamaah yang meninggal dunia dan satu peserta lainnya sempat mendapat perawatan medis di RSUD Leuwiliang.

NARASITODAY.COM, BOGOR – Seorang jamaah dilaporkan meninggal dunia usai menghadiri Pengajian Akbar yang digelar di Gedung SBS Premiere Venue, Jalan Lingkar Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jumat (24/7/2026). Korban diduga mengalami kondisi darurat di tengah kerumunan jamaah.

Pengajian yang diselenggarakan oleh Majelis Taklim Barkot dan Majelis Taklim Fatimah Azzahra tersebut menghadirkan Ustadzah Halimah Alaydrus dengan tema “Tak Apa Tak Sempurna”. Kegiatan ini menarik ribuan jamaah perempuan dari berbagai daerah.

Antusiasme peserta terlihat sejak dini hari. Sejumlah jamaah bahkan telah tiba di lokasi sejak malam hingga menjelang subuh untuk mengikuti kajian yang terbuka secara gratis bagi muslimah.

Pihak RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang membenarkan menerima dua pasien yang berasal dari lokasi kegiatan tersebut.

“Benar, pada peristiwa kegiatan Pengajian Akbar kami menerima dua pasien. Satu pasien mendapatkan penanganan dan diperbolehkan pulang karena kondisinya baik, sementara satu pasien lainnya tiba di RSUD dalam kondisi Dead on Arrival (DOA) atau meninggal dalam perjalanan,” ujar perwakilan RSUD.

Baca Juga :  Legenda Smackdown Rey Misterio Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun

Korban meninggal diketahui berinisial IF (49), warga Kecamatan Ciampea. Rumah sakit tidak mengungkap identitas lengkap korban dengan alasan kerahasiaan data medis.

Menurut pihak rumah sakit, saat tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD), korban sudah tidak memberikan respons dan tidak bernapas.

Meski demikian, tim medis tetap melakukan penanganan sesuai prosedur, termasuk Resusitasi Jantung Paru (RJP), Bantuan Hidup Dasar (BHD), serta pemeriksaan Elektrokardiografi (EKG).

“Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, pasien dinyatakan DOA atau meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit,” jelasnya.

Sementara itu, satu pasien lainnya datang dengan keluhan nyeri ulu hati yang diduga berkaitan dengan kondisi belum makan. Setelah menjalani pemeriksaan dan dinyatakan stabil, pasien tersebut diperbolehkan pulang.

Baca Juga :  TP PKK Kabupaten Bogor Tingkatkan Wawasan Keagamaan Lewat Pengajian Bertema “Memaknai Umur dan Ujian Hidup”

Usai memperoleh informasi dari pihak rumah sakit, awak media mendatangi lokasi pengajian untuk meminta konfirmasi kepada panitia penyelenggara terkait insiden tersebut. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Seorang perempuan yang mengaku sebagai panitia meminta wartawan menunggu di luar area kegiatan.

“Silakan tunggu di gerbang aja, ya. Silakan keluar,” ucapnya singkat.

Saat ditanya mengenai kronologi kejadian, perempuan tersebut tidak memberikan penjelasan lebih lanjut dan meninggalkan lokasi.

Ketika kegiatan mulai berakhir, seorang wartawan yang sedang mengambil gambar suasana jamaah juga sempat mendapat teguran dari salah seorang panitia.

“Jangan difoto. Jangan divideoin,” teriak panitia tersebut sambil menghampiri wartawan. Dalam proses peliputan itu, tas wartawan juga sempat ditarik.

Baca Juga :  Prabowo akan Jadikan Kabupaten Bogor Pilot Project, Rudy Susmanto Jamin UHC Capai 100 Persen

Di sisi lain, tingginya antusiasme jamaah diakui oleh Aroh (20), warga Ciampea. Ia mengaku berangkat dari rumah sekitar pukul 03.00 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 04.00 WIB setelah mengetahui informasi pengajian melalui media sosial.

“Karena beliau (Ustadzah Halimah Alaydrus) sosok yang anggun dan religius. Dan juga ceramahnya sangat masuk dan mudah dipahami,” ujar Aroh.

Meski panitia melarang jamaah mengambil foto maupun video selama acara berlangsung, Aroh mengaku hal tersebut tidak mengurangi semangatnya mengikuti kajian.

“Walaupun enggak ada fotonya, tapi dakwahnya ada di mana-mana,” katanya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari panitia penyelenggara maupun pihak kepolisian terkait kronologi pasti meninggalnya jamaah tersebut, termasuk penyebab yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Upaya konfirmasi kepada pihak-pihak terkait masih terus dilakukan.

Wartawan : Andreas