Gelombang Panas Ekstrem Landa Jepang, Pemerintah Keluarkan Peringatan

0
Jepang
Ilustrasi Warga Jepang menyeberangi Persimpangan Shibuya pada hari musim panas.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Jepang tengah dilanda gelombang panas ekstrem beruntun yang mencatatkan rekor tertinggi sejak 2010. Puncak suhu panas parah terjadi pada 25 Juli 2026 dengan temperatur melampaui 40°C, memicu pemerintah setempat untuk mengeluarkan peringatan darurat sengatan panas di berbagai wilayah.

Menurut Badan Meteorologi Jepang (Japan Meteorological Agency / JMA) yang dilansir dari Channel News Asia, sejumlah kota di kawasan Jepang tengah termasuk Prefektur Aichi dan Gifu telah melampaui ambang batas untuk kategori “kokushobi”, istilah khusus yang merujuk pada hari-hari dengan cuaca yang teramat panas.

Baca Juga :  Bagaimana Membuat Tamagoyaki yang Menggugah Selera?

Lonjakan Pasien Darurat dan Korban Jiwa

Dampak dari cuaca membakar ini langsung memukul sektor kesehatan publik. Badan Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana mencatat nyaris 11.000 orang harus mencari pertolongan medis darurat di seluruh penjuru Jepang dalam rentang waktu 13 hingga 19 Juli 2026.

Nahasnya, dari total pasien tersebut, sebanyak 14 orang dinyatakan meninggal dunia seketika setibanya di rumah sakit. Mengingat eskalasi korban yang masif, lembaga terkait menegaskan bahwa situasi cuaca ekstrem ini harus disikapi selayaknya sebuah bencana nasional.

Baca Juga :  Blokade Laut Saudi oleh Houthi Picu Kekhawatiran Energi Dunia

Dampak serupa juga dirasakan di ibu kota. Hanya dalam kurun waktu satu hari pada hari Kamis, tercatat sekitar 453 orang harus menerima perawatan intensif akibat gangguan kesehatan dipicu cuaca panas di Tokyo. Angka harian tersebut menjadi rekor tertinggi sejak pencatatan serupa dimulai lebih dari satu dekade lalu.

Secara historis, Jepang rata-rata mencatatkan sekitar 1.300 kasus kematian per tahun akibat sengatan panas, dengan target pemerintah untuk memangkas angka tersebut hingga setengahnya pada tahun 2030 mendatang.

Baca Juga :  Wakil Bupati Bogor Puji Pembangunan Jalan dan Fasilitas Umum dalam Program TMMD ke-128

Faktor Perubahan Iklim

Para ilmuwan dan pakar lingkungan menyatakan bahwa fenomena ini erat kaitannya dengan krisis iklim global. Perubahan iklim yang didorong oleh aktivitas manusia terbukti kian meningkatkan frekuensi serta intensitas gelombang panas ekstrem di Negeri Sakura.

Situasi ini kian memperparah rekor-rekor cuaca panas sebelumnya. Sebagai catatan, Jepang sempat melewati musim panas terpanas sepanjang sejarah pada tahun lalu, di mana rekor suhu tertinggi nasional tercatat menyentuh 41,8°C di wilayah Isesaki, sebelah utara Tokyo, pada 5 Agustus 2025.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com