
NARASITODAY.COM, BOGOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menyalurkan bantuan 12.000 liter air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan di Kampung Pasir Beureum RT 02 RW 04, Desa Jagabaya, Kecamatan Parung Panjang. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.
Penyaluran air bersih menjadi bagian dari upaya Pemkab Bogor dalam menghadapi meningkatnya potensi kekeringan di sejumlah wilayah. Pemerintah daerah juga memperkuat pemantauan terhadap daerah rawan kekurangan air serta menyiapkan langkah penanganan apabila kondisi semakin memburuk.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk bergerak cepat dalam menghadapi dampak musim kemarau. Penanganan tidak hanya dilakukan melalui distribusi air bersih, tetapi juga mencakup penguatan sumber air, pemantauan wilayah terdampak, serta kesiapan menghadapi kemungkinan penetapan status tanggap darurat.
“Penanganan kekeringan harus dilakukan secara menyeluruh agar tidak hanya memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, tetapi juga menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi, khususnya di sektor pertanian dan perikanan yang sangat bergantung pada ketersediaan air,” jelas Rudy Susmanto.
Menurut Rudy, langkah antisipasi perlu dilakukan sejak dini agar dampak musim kemarau tidak semakin meluas. Pemerintah daerah, kata dia, memilih memperkuat pencegahan dibandingkan menunggu kondisi darurat terjadi.
“Lebih baik bersiap sebelum darurat. Itulah prinsip kami dalam mengantisipasi potensi kekeringan di Kabupaten Bogor,” ujar Rudy.
“Bagi kami, mencegah lebih baik daripada mengatasi. Kami hadir lebih awal dan bekerja lebih cepat untuk melindungi masyarakat Kabupaten Bogor,” tegasnya.
Pemkab Bogor memastikan penyaluran bantuan air bersih akan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak. Pemerintah daerah juga terus melakukan pemantauan lapangan untuk memastikan bantuan diberikan secara cepat dan tepat sasaran.
Selain memenuhi kebutuhan rumah tangga, Pemkab Bogor juga memperhatikan dampak kekeringan terhadap aktivitas ekonomi warga, terutama sektor yang bergantung pada ketersediaan air seperti pertanian dan perikanan.
Melalui koordinasi lintas perangkat daerah, Pemkab Bogor berkomitmen menjaga ketersediaan air bersih sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau agar dampaknya terhadap kehidupan masyarakat dapat diminimalkan.***
Editor : Alysa
Sumber : Diskominfo Kabupaten Bogor













