Misteri Survei Pilkada Kabupaten Bogor: Ektabilitas Ketua DPRD vs Reputasi Turun Langsung Mantan Bupati

0

NARASITODAY.COM – Dalam sorotan Pilkada Kabupaten Bogor, hasil survei kontroversial dari Lembaga Studi Visi Nusantara menciptakan gelombang perdebatan, dan Aktivis Pamijahan, Kang Taopik, turut mengungkapkan keraguan.

Menurut Kang Taopik, meskipun hasil survei tersebut sah secara hukum, namun klaim bahwa ektabilitas Ketua DPRD mengalahkan mantan Bupati Iwan Setiawan tidak selaras dengan realitas yang ia ketahui. Dalam obrolan santai di warkop tepi jalan, Taopik menyatakan keheranannya terhadap metode survei yang tidak terungkap.

Baca Juga :  Kurangi Limbah Tekstil dan Dorong Masyarakat Manfaatkan Pakaian Lama, TP-PKK Kabupaten Bogor Gelar Sosialisasi Sandang Berkelanjutan

“Saya heran dengan metode surveinya. Apakah ini menggunakan Omnibus Survey, Longitudinal, atau metode lainnya? Ektabilitas seharusnya didukung oleh tingkat kekenalan di masyarakat,” ujar Taopik, Aktivis Kabupaten Bogor dan Kader HMI.

Baca Juga :  Bupati Bogor Rudy Bangga Ikuti Peresmian Koperasi Desa Merah Putih yang Jadi Langkah Strategis Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Taopik mempertanyakan logika sederhana, di mana menurutnya, mantan Bupati Iwan Setiawan lebih dikenal karena lebih sering turun langsung ke masyarakat. Sebaliknya, Ketua DPRD jarang turun langsung dan mungkin kurang dikenal di masyarakat.

Baca Juga :  Serangan Autoimun: Abdee Slank Mengalami Penurunan Kondisi Setelah Sebulan Dirawat di Rumah Sakit

Dalam menghadapi misteri survei ini, pertanyaan seputar metode dan keberlanjutan interaksi langsung dengan masyarakat menjadi sorotan, menciptakan keraguan terhadap hasil yang diumumkan.