Usaha Kue Kering yang Cepat Dapat Cuan 

0

NARASITODAY.COM- Usaha kue kering menjadi salah satu yang eksis dan menjamur di setiap bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri.

Geliat bisnis begitu santer terlihat banyakin usaha rumahan atau Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di banyak wilayah, salah satunya di Kota Bogor.

Di lansir dari Koran Harian Jurnal Bogor, ada banyak usaha kue kering di Kota Bogor ini dan semakin lama semakin berkembang. Salah satu diantaranya yang cukup eksis adalah usaha kue kering milik Roro Arie Martiana dengan merk Usaha Rumahan “Neysa Cookies”.

Di kediamannya yang berlokasi di Jalan Semeru Gang Kelor No. 10 RT 02 RW 09, Roro panggilan akrabnya, mengembangkan usaha kue kering yang telah dilakoninya sejak 20 tahun yang lalu berawal dari hobi, serta promosinya hanya melalui mulut ke mulut (word of mouth) dan diakuinya usaha ini mampu bertahan dari awal berdiri hingga sekarang dengan sepak terjang yang bisa dikatakan tidak mudah.

Baca Juga :  Kecamatan Dramaga Tebar 350 Takjil Gratis Ke Pengendara Yang Melintas

“Alhamdulillah sekarang udah banyak yang kenal dibanding 20 tahun lalu. Dulu cuma beberapa toples saja, tapi sekarang sampai ribuan toples. Proses yang gak mudah tapi tetap dinikmati, untuk pemesanan bisa

dilirik IGnya nesyacookiesbakes. serta ada beberapa reseller yang membantu untuk memasarkan produk kami,” ucap Roro, saat dihubungi melalui pesan singkat, Jumat (2/2).

Roro merasakan rezeki yang luar biasa saat menjelang Lebaran. Identik dengan kue kering, membuka pemesanan bahkan sejak jauh hari sebelum Ramadan.

Hal tersebut untuk melihat antusiasme pelanggan dan menyediakan bahan baku agar tetap aman tidak kehabisan.

Dia menyebut beberapa hari sebelum Lebaran, pekerjaan memproduksi kue kering itu memakan waktu yang cukup panjang dari subuh hingga tengah malam.

Baca Juga :  BULAN RAMADHAN ADALAH  BULAN  AL QURAN

Untuk menyelesaikan pesanan yang banyak, dia mempekerjakan beberapa asisten untuk membantunya. Karena pesanan kue kering hingga ribuan toples membutuhkan tenaga yang tidak sedikit.

“Antusiasme pelanggan untuk kue kering Alhamdulillah besar banget ya. Tahun lalu juga harus mengerjakan pesanan kuker sebanyak 2500 toples. Diluar usaha kuker, saya juga menerima pesanan kue-kue basah, bolu, tumpeng dan lain-lain,” jelasnya.

Menurut Roro, lonjakan permintaan tersebut tidak terlepas dari mulai meningkatnya optimisme masyarakat tahun ini. Pasar sudah mulai semangat untuk menyongsong pemulihan ekonomi.

Adapun beberapa jenis kue kering yang diproduksi yakni nastar, kestengel, putri salju, lidah kucing, coklat mente, semprit, donat dan cokelat stik. Harga yang dibanderol pada produk kue kering tersebut yakni mulai dari Rp 80 ribu hingga Rp 130 ribu per toples dengan berat sekitar 350 – 500 gram.

Baca Juga :  Ini Lokasi Pilihan Warga untuk Ngabuburit di Leuwiliang 

Wanita berjilbab ini mengatakan meski persaingan bisnis kue kering cukup tinggi, pesanan tetap semakin mengalir. Kualitas yang terus dipertahankan dengan bahan baku premium namun dibandrol harga yang terjangkau, menjadikan pelanggan selalu puas dengan penawaran rasa dan harga.

Meski telah sukses dalam usaha, wanita cantik ini tidak lupa memberikan pesan kepada pengusaha lain agar selalu semangat dalam mengembangkan bisnis. Usaha yang dirintis tidak bisa langsung berharap omzet yang tinggi, tetap tekun dan menikmati jatuh bangun prosesnya dengan terus berinovasi dalam mengembangkan usahanya.

“Sukanya ya dengan hasil yang sekarang ini dikenal orang, pesanan banyak. Tapi ya dukanya harus pelan-pelan merintis jatuh bangun dari awal. Tetap semangat untuk yang baru mencoba usaha, jangan menyerah,” pesannya dengan semangat.