Cek Harga Beras di Pasaran, Satgas Pangan Polda Jabar Pastikan Stok Beras Aman Jelang Ramadhan

0

NARASITODAY.COM- Diterpa isu kelangkaan dan harga yang mahal di pasaran, satuan tugas (Satgas) Pangan Polda Jawa Barat dan Bareskrim Polri turun langsung memantau ketersediaan beras di Pasar Tradisional Kosambi dan Pasar modern Kota Bandung, Jawa Barat, pada Kamis (22/2/2024) kemarin.

Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Barat, Kombes Pol Deni Okvianto menyampaikan, berdasarkan hasil pantauan, ketersediaan beras di Pasar Kosambi hingga kini masih aman. Harga beras juga masih sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Baca Juga :  Balas Dendam, Kini Kantor Desa Yang Digruduk, Begini Suasana Riuh Emak - emak

“Kami hadir disini khususnya terkait dengan ketersediaan dan distribusi beras baik beras premium maupun beras medium yang SPHP dari Bulog sejauh ini pantauan cukup aman dan tersedia,”kata Kombes Pol Deni.

Ia menyampaikan, tiga pekan menjelang bulan Ramadhan, ketersediaan beras aman dan dijual di pasarpasar tradisional serta toko ritel.

“Pembatasan penjualan oleh ritel dilakukan agar tidak ada panic buying dan ada pihak yang melakukan penimbunan kemudian diperjualbelikan kembali,”ujarnya.

Baca Juga :  Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Layangkan Surat Teguran, Banyak ASN Dilingkungan Puskesmas Bolos

Menurutnya, untuk pembelian beras di supermarket memiliki pembatasan setiap pembeli hanya bisa membeli 1 pax saja.

“Supermarket memang membuat kebijakan membatasi untuk pembelian satu orang satu beras,” ucapnya.

Sementara,Kepala Bidang Ketersediaan dan Distibusi Pangan DKPP Provinsi Jabar, Nenny Fasyaini mengatakan terjadinya kelangkaan dan kenaikan harga beras diakibatkan karena badai El Nino yang membuat pergeseran musim tanam.

“Pergeseran musim tanam otomatis panen akan berpengaruh juga, sehingga menimbulkan tadi hasil yang produksinya akan agak berkurang. Hasil berkurang berarti permintaan naik harga akan naik,” katanya.

Baca Juga :  Berbela Sungkawa, Calon Bupati Jaro Ade Takziah ke Rumah Petugas KPPS yang Meningal Dunia

Masih kata dia, ketersediaan beras sempat kosong di ritel-ritel dikarenakan kenaikan batas HET beras dari produsen. Oleh karenanya, pihak ritel kesulitan melakukan penjualan karena adanya kenaikan harga beras tersebut.

“Di penggilingan saja sudah Rp15.000, bagaimana mau masuk ke retail-retail dengan harga itu, harga itu yang belum ada kesepakatan kemarin antara retail dengan distributor,” ucapnya.***