Terharu, Calon Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Angkat Pemulung Cilik TPA Galuga Jadi Anak Asuh

0

NARASITODAY.COMKisah pilu datang dari Muhammad Arya (12), seorang anak dari pasangan Ani dan Edi, warga Desa Karehkel, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor.

Karena himpitan ekonomi, Arya terpaksa meninggalkan bangku sekolah dasar dan memilih bekerja sebagai pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Kecamatan Cibungbulang.

Kehidupan Arya mencuri perhatian calon Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade. Saat menyapa para pemulung di pintu masuk TPA Galuga, Jaro Ade terkejut mendapati seorang anak seusia Arya sudah harus bekerja keras memulung sampah.

Baca Juga :  Fleksibilitas Pasokan, Pertamina Buka Peluang Impor Minyak Mentah dari Rusia dan Mitra Global

“Kita sangat prihatin melihat ada anak yang putus sekolah hanya karena persoalan ekonomi. Arya ini seharusnya menikmati masa kecilnya di sekolah, bukan di tempat seperti ini,” kata Jaro Ade saat ditemui, Kamis (16/11).

Baca Juga :  Gempa M6,0 Guncang Pulau Sapudi Sumenep, 154 Bangunan Rusak dan 6 Warga Luka

Jaro Ade tak hanya menyampaikan keprihatinannya. Ia pun berinisiatif mengambil langkah konkret untuk membantu Arya.

“Saya akan jadikan Arya sebagai anak angkat. Saya juga meminta Pak Aan, anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Dapil 5, untuk segera berkomunikasi dengan pihak desa agar masalah ini ditindaklanjuti. Arya harus kembali ke sekolah,” tegasnya.

Baca Juga :  Angkot di Cibungbulang Tabrak Pantat Truk Sampah Hingga Ringsek, Beruntung....

Menurut Ani, ibu Arya, alasan anaknya berhenti sekolah adalah ekonomi keluarga yang sulit. Bersama orang tuanya, Arya bekerja memulung sampah, dengan penghasilan sekitar Rp50 ribu per hari.

“Ini menjadi perhatian serius. Kami akan mendata Arya agar bisa kembali melanjutkan sekolah. Membantu orang tua memang penting, tetapi pendidikan lebih utama,” pungkasnya.***