China Perluas Wilayah ke Himalaya: Isu Klaim Teritorial dengan Bhutan Makin Memanas!

0
Ilustrasi China Perluas Wilayah ke Himalaya: Isu Klaim Teritorial dengan Bhutan Makin Memanas!

NARASITODSY.COMChina dilaporkan memperluas wilayahnya di kawasan Himalaya, yang memicu ketegangan baru dalam isu klaim teritorial dengan Bhutan. Pembangunan besar-besaran yang tertangkap dalam citra satelit menunjukkan bahwa China telah membangun beberapa desa baru di lembah yang sebelumnya diperebutkan, termasuk area yang dikenal sebagai Jigenong dalam bahasa Mandarin dan Jakarlung dalam bahasa Tibet.

Langkah ini semakin memperkuat kekhawatiran bahwa China berupaya mengukuhkan klaim teritorialnya dengan mengisi daerah-daerah tersebut dengan pemukiman baru.

terungkap bahwa pemerintah China memberikan insentif kepada para pemukim untuk pindah ke desa-desa baru ini, termasuk desa Demalong. Robert Barnett, seorang pakar Tibet dari SOAS University of London, menyatakan bahwa pembangunan di daerah tersebut dimulai sejak 2016 dan semakin intensif pada tahun lalu.

Baca Juga :  Banjir Datang Lebih Cepat, Gurun Taklamakan Terendam Akibat Cuaca Ekstrem di China

“Pembangunan infrastruktur seperti jalan, kompleks militer, dan fasilitas umum lainnya menunjukkan bahwa China serius dalam mengklaim wilayah ini,” ujarnya.

Sementara itu, Bhutan telah berulang kali membantah adanya intrusi ke wilayahnya dan menegaskan bahwa perbatasan antara kedua negara masih belum ditentukan secara jelas.

Baca Juga :  Gejolak Timur Tengah Memanas, China dan India Serbu Minyak Brasil

Kementerian Luar Negeri Bhutan menyatakan optimisme untuk menyelesaikan masalah ini melalui dialog bilateral yang sedang berlangsung dengan China.

“Kami berharap dapat mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan dan menjaga stabilitas di kawasan ini,” kata seorang juru bicara kementerian.

Pakar analisis politik Rishi Gupta menilai bahwa respons Bhutan menunjukkan adanya pergeseran strategis untuk menstabilkan hubungan dengan China.

“Kerentanan yang dihadapi China memaksa mereka untuk meningkatkan pengaruh di Bhutan dan menegaskan klaim teritorialnya dengan lebih agresif, terutama untuk mengimbangi kemitraan strategis India di wilayah tersebut,” tambahnya.

Baca Juga :  China Umumkan Strategi Perluas Diversifikasi Impor Energi dan Perkuat Cadangan Nasional

Ketegangan ini tidak hanya berdampak pada hubungan bilateral antara China dan Bhutan, tetapi juga berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan Himalaya secara keseluruhan.

Dengan situasi yang semakin memanas, perhatian dunia kini tertuju pada bagaimana kedua negara akan menangani isu sensitif ini.

Apakah dialog bilateral dapat menghasilkan solusi damai atau justru akan memperburuk ketegangan? Semua mata kini tertuju pada langkah selanjutnya dari kedua pihak dalam menghadapi tantangan ini.***