Warga Kota Bandung Tak Perlu Cemas, Paslon Haru-Dhani Siapkan Progam KTP ‘Sakti’ Atasi Problem Jaminan Kesehatan

0

NARASITODAY.COM – Pasangan calon walikota dan wakil walikota Bandung nomor urut 2, Haru Suandharu dan Ridwan Dhani Wirianata mengungkapkan, program unggulan yang yang akan dilakukanya jika memimpin Kota Bandung salah satunya yakni mempermudah eksebilitas Masyarakat dalam hal kesehatan.

Contohnya, Universal Health Coverage (UHC) atau program yang menjamin akses pelayanan kesehatan yang adil dan berkualitas bagi seluruh masyarakat Kota Bandung.

Haru Suandharu mengatakan, nantinya Masyarakat jika hendak berobat tidak perlu cemas, sebab hanya menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Warga sudah bisa menikmati secara maksimal pelayanan kesehatan meskipun tidak memiliki BPJS.

Baca Juga :  Bayi Tak Berdosa Ditemukan di Tempat Pembuangan Sampah

“Ya justru itu, justru ide HD itu kan cukup menunjukkan KTP seperti disampaikan Kang Dhani tadi. Sebagai kartu sakti itu ya KTP gitu,” kata Haru Suandharu usai mengikuti debat pamungkas yang diselenggarakan KPU Kota Bandung di Hotel Trans Luxury, Selasa (19/11/2024).

Baca Juga :  Motor Relawan MBG Rengasjajar Raib Digondol Maling di Siang Bolong

“Dengan KTP langsung bisa mendapatkan layanan UHC ketika memang tidak terdaftar dalam BPJS. Jadi itu yang sebetulnya poin utama kita. Dan kita konsisten untuk melanjutkan UHC dan kita akan dorong sosialisasi dan kita libatkan camat, lurah, RT, RW,” kata dia.

Menurut Haru, dengan ide hanya menggunakan KTP tersebut upaya menghilangkan proses yang panjang yang saat ini dikeluhkan masyarakat.

Baca Juga :  Pakar IT Alumni ITB Sumbangkan Robot WA dan Kecerdasan Buatan untuk Kampanye Haru Dhani

“Justru peran pemerintah kota itulah bagaimana memperpendek jauh birokrasi dan masyarakat mengetahui semuanya dan mendapatkan manfaat,”ucapnya.

Dia berharap dengan ide gagasan pasangan Haru-Dhani (HD) itu masyarakat di 30 Kecamatan di Kota Bandung tak memiliki rasa cemas lagi untuk berobat di fasilitas kesehatan yang diakomodasi pemerintah selama ini.

“Mudah-mudahan tidak ada lagi masyarakat yang kurang mampu, yang khawatir untuk berobat,” pungkasnya.***