Indeks Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor Baru Mencapai 70,46%, PJ Bupati Mengatakan Perlu Peningkatan

0
Indeks Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor Baru Mencapai 70,46%, PJ Bupati Mengatakan Perlu Peningkatan

NARASITODAY.COM Ketahanan pangan di Kabupaten Bogor masih terbilang cukup rendah. Melihat dari data bahwa ketahanan pangan di Kabupaten Bogor masih menduduki angka 70 persen. 

Pejabat (PJ) Bupati Bogor, Bachril Bakri menyampaikan bahwa indeks ketahanan pangan di Kabupaten Bogor baru mencapai 70,46 persen. 

“Jadi seharusnya kan memang dari 100 kita 70,46 kalo ga salah jadi seperempatnya lagi kita harus capai 100,” ujarnya, Kamis (28/11/2024). 

Baca Juga :  Kronologi Bocah 6 Tahun Hanyut di Sungai Cianteun Saat Ibunya Mencuci di Pinggir Sungai

Bachril Bakri juga menyebut akan bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk memperbaiki ketahanan pangan di Kabupaten Bogor yang masih rendah. 

Sementara itu, Plt. Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor, Bambam Setia Aji mengungkapkan bahwa pertumbuhan penduduk yang cukup cepat menjadi salah satu penyebab indeks ketahanan pangan rendah. 

Baca Juga :  Masyarakat Antusias Urus NIB Gratis, Lewat Layanan Terpadu Dinas Koperasi dan UMKM di Kabogorfest 2025

“Peningkatan produksi pertanian kita relatif selalu turun terus menerus, jadi intensifikasi sama eksentifikasi pertanian dianggap rendah sedangkan pertumbuhan penduduk cepat,” kata dia 

Selain itu, Bambam juga menyebut bahwa minimnya pedesaan yang membuat perhitungan indeks ketahanan pangan di Kabupaten Bogor masih terbilang rendah. 

“Seharusnya untuk tingkat Kabupaten perhitungan dari pusat kita harus bisa memproduksi semuanya sendiri tetapi kita semuanya sudah perkotaan, setengah masih perdesaan itu yang kurang pas untuk perhitungan indeks ketahanan pangan kita,” sambungnya

Baca Juga :  Bupati Bogor Rudy Susmanto Hadiri Mini Soccer Bupati Bogor Cup sebagai Ajang Silaturahmi dan Sinergi Media

Meski demikian, Bambam menegaskan, Kabupaten Bogor tidak kekurangan dalam memenuhi bahan pangan. Ia juga mengatakan bahwa daya beli masyarakat masih cukup tinggi

“Tetapi untuk pemenuhan pangan kita itu tidak kekurangan pangan, daya beli kita tinggi,” tutupnya. (Rifki Ramadhan)